Postingan

Terapi Memasak

Aku bukan orang yang ahli dalam memasak. Bahkan sebenarnya pengetahuanku soal rasa makanan pun terbatas. Paling kuingat beberapa makanan rumahan yang dulu sering dibuatkan oleh nenek, kakek, ibu dan ayah kala aku masih kanak-kanak. Sehingga sedikit cemas awalnya saat aku tumbuh dewasa dan mengetahui bahwa memasak adalah salah satu skill penting saat nanti berumah tangga. Bahkan dulu aku sempat ikut seminar tentang dampak memasak untuk kesehatan mental. Memasak selain bisa menghemat perekonomian keluarga, ia juga bisa meningkatkan self-esteem (perasaan diri berharga) bagi yang memasaknya. Apalagi jika masakannya dimakan oleh orang teristimewa seperti keluarga. Selain menambah bahagia bagi yang memasak, ia pun akan menambah kedekatan antar anggota keluarga. Ternyata memasak bukan hanya meninggalkan rasa di lidah tetapi juga dapat memberi kesan di hati. Hingga kelak memori soal masakan pun mampu membuat kita ingat beberapa momen masa kecil yang indah meski sesederhana makan masakan ru...

Perjalanan Mengenal Diri

Ada kalanya apa-apa yang kita lakukan itu tidak membekaskan makna. Tetapi percayalah bahwa setiap takdirNya selalu menyisakan hikmah pembelajaran berarti bagi jiwa yang mau mencari. Hidup yang singkat ini rasanya sayang jika hanya dijalani dengan apa adanya saja. Jikalau mengaku memiliki visi syurga, maka jalan menujunya harus ditempuh dengan misi-misi yang istimewa. Setiap makhluk telah Allah ciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk. Sejatinya semua hamba sudah tercipta dengan sempurna untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Untuk bisa memimpin, kita butuh tau siapa yang akan kita pimpin, dimana ranah kepemimpinan kita, serta apa modal utama kepemimpinan kita. Tidak semua orang bisa menjadi pemimpin disemua bidang. Allah memberikan kelebihan kepada setiap ciptaanNya diranah yang berbeda-beda. Supaya manusia bisa menjalin kerjasama. Tidak hanya sibuk memikirkan diri sendiri. Sebab syurga terlalu luas untuk ditinggali seorang diri. Lagi pula, tidak ada manusia yang sanggup hidup dalam ...

Pejuang Syurga

Ada tempat teristimewa yang keindahannya masih lebih indah dari keindahan yang pernah ada salama di dunia. Ada tempat ternyaman yang membuat setiap makhluk ingin menetap abadi. Tempat yang dahulu menjadi awal setiap makhlukNya bermula. Tempat yang menjadi tujuan pulang setiap insan yang yakin akan hakikat hidup yang hanya sementara. Syurga ialah gambaran keindahan yang sulit dijelaskan indahnya. Sebab kita belum pernah melihat sebelumnya. Tetapi analogi tentangnya sudah Allah berikan kepada kita melalui firmanNya. Dengan iman kita yakin bahwa syurga ialah dambaan tempat pulang terbaik selepas dunia ini terlepas. Namun, menginginkan syurga tidak cukup hanya dengan berangan-angan. Kita harus berjuang untuk benar-benar bisa meraihnya. Perjuangan ini hanya bisa kita tempuh di dunia. Sebab dunia ialah arena ujian untuk membuktikan seberapa taatnya diri ini kepada Rabb Semesta alam. Memahami hakikat dunia bisa menjadikan kita lebih berhati-hati dengan rasa memiliki. Memang seolah-olah ...

Perjalanan Lintas Waktu

Ditulisan ini aku cuma mau curhat aja soal pikiranku yang akhir-akhir ini terlalu berjalan kesana-kemari. Bahasa simplenya overthingking gitu lah ya. Dalam sehari aku bisa mikirin masa lalu, masa depan dan masa kini sekaligus. Kadang aku merenung karena merasa masa laluku kurang cemerlang, disisi lain aku bersyukur juga dibeberapa episode masa lalu itu. Saat memikirkan masa depan, aku merasa bersemangat luar biasa tetapi juga bisa tiba-tiba cemas dan merasa tak berdaya. Sampai tiba pada kesadaran akan masa kini, aku malah merasa jalan ditempat saja. Masih banyak PR yang belum dikerjakan. Wacana yang belum jadi rencana. Serta rencana yang belum terlaksana. Mari kita mulai penjelajahan tiga masa yaitu masa lalu, masa depan dan masa kini. Ketiga masa yang semua orang alami. Kisahnya tentu berbeda-beda. Hingga membentuk pribadi yang berbeda pula pada akhirnya. Diriku dengan sepaket takdir yang Allah beri dimasa lalu, inilah jalan hidup terbaik dariNya. Jika ada sesal di masa itu, itu...

Renungan Pranikah

Dear ukhti, dulu prinsipku adalah mempersilahkan siapa saja laki-laki yg berniat baik menikah datang untuk ta'aruf. Tapi ternyata niat baik saja tidak bisa langsung kita percaya dari lisannya. Ia harus sejalan dengan kesiapan dirinya. Pengalaman yang Allah berikan dari berbagai proses ta'aruf yang belum berujung pada pernikahan membuat aku lebih berhati-hati dalam melihat pembuktian niat baik ini. Proses demi proses sebelumnya bisa dikatakan gagal mungkin disebabkan ketidakmantapan niat serta keterjagaan dalam proses ta'aruf. Jangan tertipu hanya dengan keberanian ikhwan apalagi langsung baper jika ada ikhwan yang ngajak nikah. Membangun keluarga yg bervisi syurga, butuh dikawal dari awal prosesnya agar berkah Allah selalu meliputi disepanjang hidup kita. Jangan sampai, kegagalan dalam proses ta'aruf membuat akhwat patah hati. Sehingga ilmu sebelum menikah ini penting sekali agar kita bisa kembali menguatkan tujuan pernikahan serta tujuan pembentukan keluarga nant...

Aku menemukan Aku

Menjadi diri sendiri itu, bukan berarti pasrah dengan keadaan. Tetapi, berusaha mengenali diri dan mengeluarkan potensi terbaik yang dimiliki. Itulah dirimu sesungguhnya yang mungkin tak ada di dalam diri orang lain. Impianmu, ambisimu, tekadmu, visimu, serta pilihan atas hidupmu hanya kamu yang bisa mengambil alihnya. Sebab Allah Yang Maha Kuasa telah memberimu kuasa sedikit untuk menjadikanmu pemimpin atas diri. Ingatlah pesan Imam Al Ghazali di dalam buku Kimia Kebahagiaan. Bahwa yang berhak menjadi raja atas diri ialah jiwa. Sementara jasad atau tubuh kita ini ibarat kerajaannya. Ia hanya tempat dan alat yang dipinjamkan. Lalu nafsu ibarat petugas pajak. Dia menuntut dipenuhi tetapi perlu dibatasi. Serta amarah sebagai polisi. Wajar saja bila marah, tapi marah dengan tujuan menjaga bukan memberontak tanpa kendali. Marah karena ada yang keluar batas atau melanggar aturan. Begitulah gambaran dinamika diri. Sudah seberapa lama kamu diberi waktu untuk hidup di dunia yang fana ini...

Melawan Resolusi Iblis

Disaat manusia sibuk untuk merancang impian dan membuat resolusinya, ternyata iblis pun sudah lebih giat dan serius melanjalankan visi misinya. Bahkan sejak jaman Nabi Adam as. di syurga, mereka sudah menjalankan visi misinya. Apa itu visi misi iblis yang sampai saat ini masih mereka jalankan? Dalam surat Al-A'raf ayat 16-17 iblis pun berikhrar. "Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." Allah menghukum Iblis sesat disebabkan iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam. Padahal bersujud pada Nabi Adam ialah perintah Allah. Namun, munculah alasan iblis untuk menolak perintah Allah disebabkan ia merasa lebih balik dari Nabi Adam. Lalu selepas Iblis membangkang pada perintah Allah, ia dihukum oleh Allah dengan ...

Visi Hidup jilid 2

Muara Terakhirku Pernahkah kita berada difase dimana merasa hidup sedang stagnan, tidak ada proses pertumbuhan, hampa, terlalu biasa, penuh dengan rutinitas saja dan kehilangan arah juga gairah? Di dalam pikiran ingin melakukan banyak hal namun secara tindakan tidak ada semangat untuk merealisasikannya. Hari-hari berlalu dan keresahan itu semakin datang bertubi-tubi. Jika sudah begini, hal pertama yang bisa dilakukan adalah berdo'a memohon petunjuk Allah selanjutnya adalah mencari hidayah. Barangkali jawaban dari do'a kita ada dilembaran buku-buku yang belum sempat kita baca. Mungkin juga ada di ruang-ruang seminar atau majelis ilmu. Atau bisa jadi ia hadir dalam pertemuan dengan teman yang tidak disangka-sangka. Jika kita benar-benar menyerahkan diri untuk dibimbing oleh Allah dalam menjalani hidup, maka jangan ada harap pada makhlukNya. Jalani saja sekenario yang ada dan maknai setiap prosesnya. Pada akhirnya kita akan menemukan jawaban atas do'a yang kita panjatk...

Visi Hidup Jilid 1

Bukan Sekedar Resolusi "Abis lulus mau ngapain?" Pertanyaan yang selalu menghantuiku pasca sidang skripsi terlaksana akhir desember 2019 kemarin. Menurut jadwal terdekat, insyaAllah wisuda terlaksana dibulan februari 2020. Tetapi pikiranku melesat jauh beberapa bulan setelah toga itu terpakai. Euforia kelulusan yang hanya sesaat membuatku sadar lebih dini bahwa setelahnya ada tanggung jawab baru yang harus aku jalani. Pertanyaan itu terus mengusikku hingga aku kembali mencari guru, menemui mentor, berdiskusi, bertanya pada orang terdekat dan terus berdo'a untuk meminta petunjuk pada Allah yang Maha Tau Segalanya. Teringat perjalanan impianku yang dimulai selepas baju putih abu itu terakhir dipakai. Impian sederhana yang lebih mirip kumpulan peran hidup yang akan aku jalani hingga maut menjemput. Mulai dari lulus Ujian Nasional di tahun 2013 hingga mati syahid fii sabilillah di bumi para syuhada, Palestina. Seketika hidup berubah. Allah memberi jalan atas impainku ...

Menjadi Pejuang Istiqomah

Kata istiqomah sudah sering kita dengar. Apalagi setelah kajian bertema hijrah yang banyak digelar. Jikalau hijrah adalah titik awal perubahan seseorang, lantas setelah hijrah kita harus apa? Kita patut bersyukur dengan banyaknya kawan kita yang hijrah. Tetapi ternyata tidak sedikit yang berguguran setelah menghadapi ujian pasca hijrah. Maka tak heran jika pertanyaan yang sering terlontar adalah setelah hijrah, bagaimana untuk istiqomah? Memilih hijrah itu mudah. Tetapi bertahan pada pilihan ini yang tidak mudah. Bukan rindu yang berat. Tapi istiqomah yang lebih berat. Kita belum tentu kuat. Jadi, gimana ya buat bisa istiqomah? Apakah saking beratnya istiqomah sampai-sampai kita tidak mungkin bisa istiqomah? Apakah kita bisa istiqomah? Tapi kondisi imankan naik turun? Gimana menjaganya? Ternyata istiqomah itu memang butuh perjuangan. Jalan juang ini panjang, sampai akhir hayat kita. Sebab diakhir batas ajal kita, disitulah batas penentuan akan berakhir seperti apa diri kita. Se...

Bukan Sekedar Sakit Hati

Refleksi dari Joker dan Layangan Putus Oleh : Asrida Juliana Ternyata tidak semua orang punya kondisi stabil di dalam mentalnya. Guncangan dalam berbagai macam masalah di masa lalu pun acapkali bisa teringat ketika pemicunya kembali dihadirkan. Iya, ternyata tidak semua orang telah berdamai dengan dirinya juga takdirnya. Kita tidak bisa berlepas dari yang namanya ujian. Begitulah warna-warni kehidupan. Tidak selalu indah juga membahagiakan. Kadang kala kesedihan dan kekecewaan hadir bergantian. Hingga mungkin disadari atau tidak, tiap orang punya titik lemahnya masing-masing. Mungkin itulah titik ujinya juga titik balik untuk menjadi manusia yang kembali pada hakikat ia dicipta. Manusia tak ada yang sempurna sebab ia harus selalu bergantung pada Allah Rabb yang Maha Sempurna. Ada sebagian yang telah sadar bahwa dirinya punya trauma, adiksi, kecemasan, emosi tak terkendali tetapi ada juga yang tidak menyadari bahwa ia sering menyakiti diri sendiri bahkan ada keinginan untuk bu...

Memilih Zona Aman

@asridachida Aku pernah menulis tentang bahayanya jika kita terlalu lama berada di zona aman. Sebab, zona aman membuat kita menjadi penikmat rasa nyaman. Seperti tidak perlu lagi untuk menghadapi tantangan. Hidup laksana laut yang tenang tanpa ada guncangan ombak yang menerjang. Tapi kalau dipikirkan lagi, sepertinya laut bukan untuk orang-orang yang menyukai ketenangan. Karena ombaknya tak mungkin bisa tenang walau sebentar saja. Bahkan guruku bilang kalau pelaut yang handal tidak berasal dari laut yang tenang. Melainkan berasal dari laut yang memiliki ombak yang terus mengguncang. Ibaratnya tidak ada pertumbuhan di zona nyaman. Kalau kita mau tumbuh, justru kita butuh pergerakan. Karena pergerakan akan menghasilkan perubahan. Hmm, nasihat guruku berhasil membuatku terus tumbuh dan memberanikan diri melawan kenyamanan yang ada di dalam diri. Disaat aku merasa nyaman menjadi seorang yang pendiam, maka aku mencoba untuk menjadi seorang pembicara. Bukan hanya bicara kepad...

Mengabadikan Bahagia

By : @asridachida Setiap kejadian di dalam hidup kita sudah otomatis terekam di dalam memori otak. Hanya saja ingatan itu akan lebih kuat jika ada emosi yang terlibat. Tetapi menurutmu, lebih mudah mana, mengingat kejadian yang menyedihkan atau membahagiakan? Jika kita amati, ingatan atas kejadian yang menyedihkan, menyakitkan serta kegalauan hati lebih sering muncul diingatan sehari-hari. Seolah butuh upaya besar untuk bisa tersenyum kembali. Padahal jika kita bandingkan jumlah kejadian yang membahagiakan dengan yang menyedihkan, pastilah momen menyedihkan itu hanya sepertiganya. Sisanya momen bahagia dan bahagia luar biasa. Tetapi kenapa yang lebih sering muncul diingatan justru yang sepertiga itu? Bukankah kita berharap hidup bahagia setiap waktu? Kenapa justru lebih mudah mengakses momen sedih nan menyakitkan dibanding momen membahagiakan? Ketika kita mengalami kejadian yang menyakitkan, tentu disana terlibat perasaan yang amat dalam. Kejadian yang melibatkan p...

Inovasi Godaan

"Musuh yang nyata itu kini hadirnya lebih sering di dunia maya." Ketika zaman sudah beralih menjadi lebih canggih. Maka syaitan juga ikut menginovasi cara menggoda dengan lebih kreatif. Bukan hanya mengganggu agar kamu tidak mau sholat sama sekali. Tetapi ia lebih senang membuatmu terpedaya dengan kesenangan duniawi. Jika dunia ibarat fatamorgana, bagaimana dengan dunia maya? Lebih dari sekedar senda gurau, tipuan, dan permainan belaka. Dunia baru yang diciptakan oleh manusia untuk berbagai kepentingan dunia. Para penciptanya menyadari beberapa fitrah manusia yang bisa manjadi peluang besar untuknya. Salah satunya adalah rasa untuk diakui. Lihatlah, semua yang ditampilkan di dunia maya adalah hasil terbaik. Kejadian terbaik, foto terbaik, prestasi terbaik, makanan terbaik dan apapun yang nampak paling baik dihapan manusia. Pada dasarnya manusia senang dipuji. Begitulah simbol like membuat efek ketagihan yang memuaskan nafsu. Merasa diperhatikan dan berhasil menar...

Berdamai dengan Takdir

"Penyesalan membuat kita memahami bahwa masa lalu memang tidak bisa kembali."-anonim Setiap orang punya cerita tentang masa lalunya. Cerita yang punya rasa beragam. Bagai kombinasi segala macam rasa yang ada. Mungkin pahit, manis, asam, asin, atau rasa baru yang hanya kamu yang tau apa namanya. Yang pasti, masa lalumu adalah kisahmu yang telah Allah takdirkan untukmu. Yang sudah terjadi, memang begitulah adanya. Meski kadang sulit untuk menerima bagian kelam dari masa lalu itu. Namun percayalah, bagian itu adalah cara Allah agar dirimu kembali pada-Nya. Jika saat ini kamu telah hijrah dan melewatinya, itu adalah bagian dari pertolongan Allah yang istimewa untukmu. Mungkin banyak kisah masa lalu yang serupa denganmu, namun hanya beberapa orang saja yang Allah pilih untuk diberikan hidayah dan inayah-Nya dan salah satunya adalah kamu. Maka bersyukurlah. Terima saja masa lalu yang telah terjadi. Itulah bagian yang mungkin membuat hidupmu lebih berarti saat ini. Mungki...

Mengakses Masa Lalu Positif

Hari ini saya ingin mengenang masa lalu. Bukan masa lalu yang kelam, tetapi masa lalu yang baik. Fungsinya adalah untuk mengakses energi dan membangun kembali spirit yang sepertinya mulai hilang. Sejak kecil saya adalah seorang wanita yang baik hati. Di rumah saya sangat penurut dengan siapapun. Tidak pernah membantah perintah orang tua. Bahkan di tempatkan di sekolah manapun saya tidak pernah protes. Meski ada satu keinginan yang belum kesampaian yaitu menjadi santri di pondok pesantren tahfiz, Darul Qur'an . Sebab cita-cita menjadi hafizoh mutqin masih terus tertanam di dalam hati saya. Semoga segera ada jalan untuk mewujudkannya. Aamiin . Di sekolah dulu, saya bukan anak yang pintar. Hanya saja saya beruntung berteman dan bersahabat dengan orang-orang hebat. Akhirnya saya mampu untuk menjadikan diri saya seperti teman-teman yang selalu juara kelas. Meski butuh proses seperti menaiki anak tangga. Namun saya salut dengan ketekunan saya untuk belajar. Ketika di rumah menjadi p...

Kapan Nikah?

Oleh : @asridachida Saya sempat diprotes oleh teman segrup saya gara-gara bahas nikah melulu. Katanya,"kenapa sih bahas nikah mulu? Gak bosen apa?". Jawaban saya sederhana,"Ya karena belum nikah makanya bahas nikah mulu. Kalau udah nikah juga ga akan bahas lagi. " Hehe Tetapi sebenarnya saya termasuk orang yang serius dalam membahas tentang pernikahan. Meskipun terkenal baper kalau udah disinggung soal jodoh, tetapi dibalik itu semua saya  diam-diam sedang menyiapkan perbekalan. Heem, kuliah di fakultas psikologi setidaknya salah satu upaya untuk menambah perbekalan menujunya. Serta berikrar pada diri bahwa perkara ini adalah perkara serius yang tidak boleh sampai salah strategi. Judul tulisan kali ini tentang sebuah pertanyaan fenomenal kekinian yang akan heboh ketika musim syawalan nanti. "Kapan nikah?" Itu seperti sebuah pertanyaan yang jawabannya itu sangat amat rahasia. Gak ada di google, youtube, facebook, instagram, buku-buku atau sejeni...

Aku Ingin Nikah

Ketika sekarang sedang heboh menyiapkan jawaban atas pertanyaan, "Kapan nikah?" yang sebentar lagi launching, sekarang kita bahas tentang bagaimana minta izin untuk menikah. Dipostingan Ahmad Jauhari  ada sebuah tulisan tentang cara atau strategi meminta izin kepada orang tua (Ummi) untuk bisa menikah. Tulisan yang inspiratif. Membuat saya tergerak untuk berbagi trik dan tips juga. Meskipun saya juga belum menikah, tetapi cara ini seperti pola yang hampir berhasil. Hehe Izin dari orang tua adalah hal yang utama dalam menikah. Sebab Ridho Allah juga terdapat pada Ridho keduanya. Selain itu, orang tua adalah pemegang tanggung jawab utama atas diri kita. Makanya gak mudah baginya untuk melepaskan kita pada pria yang belum dipercayainya. Menurut kamu, kenapa orang tua belum mengizinkanmu menikah? Coba pikirkan dulu jawabannya. Sebab dari sini kita akan mendapat beberapa strategi untuk melobi orang tua. Hehe Kalau saya jawabannya ini : >>Masih muda dan masih kuliah...

Jangan Paksa Untuk Sama

Sejak kasus anu yang sudah di penjara itu, pembahasan tentang agama jadi makin sensitif. Padahal dulu kita bebas beragama dan bebas mendakwahi agama kita masing-masing. Di Indonesia mungkin banyak ragam budaya serta agama. Dari dulu saya belajar kok tentang agama selain Islam. Meski cuma mengenalnya sekilas, tetapi sudah bisa menjelaskan kalau tiap agama punya konsep tuhan yang beda. Makanya ritual agamanya beda, aturannya beda, sehingga menghasilkan perilaku manusia yang beda pula. Terus masih mau nyama-nyamain agama? Kalau pake logika berpikir yang jernih, itu namanya kesamaan yang dipaksa. Cuma dengan lebel kebaikan lantas menyamaratakan keimanan? Oh jelas tidak masuk akal. Bayangkan jika ada dua pimpinan. Keduanya punya karakter yang beda, punya aturan yang beda, dan memberi misi yang beda. Meskipun tujuan dari misi itu sama, tetapi sumber perintah dan cara untuk mencapainya apakah sama? Jelas beda. Kalau mau disamain berarti samakan saja pemimpinnya. Tolong jangan ...

Kompetisi Kebaikan

Fastabiqul Khairat Oleh : @asridachida Setiap pertandingan pasti ada persaingan. Saling berupaya memaksimalkan kemampuan. Sebisa mungkin menjadi yang tak terkalahkan. Hingga mampu menggapai kemenangan. Lalu diakui kehebatannya dan diapresiasi oleh sekitarnya. Ya, menjadi PEMENANG itulah bagian dari tujuan. Kita memang senang bila mendapat pengakuan dan apresiasi dari sesama. Sehingga pujian dari sekitar akan lebih membuat hati berbunga-bunga dari pada sebuah kritik tajam atas kesalahan kita. Meski pada akhirnya pujian adalah ujian agar kita tidak mudah lengah untuk istiqomah dalam berjuang. Serta kritikan membuat diri kita mampu merenovasi cara atau pola pikir yang salah asal kita mau menerima dengan lapang dada. Tetapi begitulah realitanya. Pujian lebih didampa dari pada kritikan yang bisa membuat hati terluka. Kembali pada pembahasan kompetisi. Disana ada gairah dan ambisi yang menghinggapi diri. Semua terlihat sibuk mempersiapkan strategi, amunisi serta perbekalan dir...