Postingan

Kepada Putra-putriku [Book Review]

Review Buku Bersama Mahjarbook club Judul : Kepada Putra-putriku Penulis : Ali Atthonthowi Penerbit : Gema Insani Press Tahun : 1987 Jumlah hlm : 48 hlm Penulis review : Asrida Juliana Sesuai tahunnya, buku ini sudah lama ditulis dan diterbitkan. Saya kira bakalan bosen atau gak sesuai dengan fenomena saat ini. Tetapi ternyata saya salah. Selepas menyelesaikan buku ini, air mata saya tetap saja mengalir. Terasa dekat dan lekat nasihat seorang ayah dalam buku ini. Ditulis apa adanya dan penuh makna. Seorang ayah berusia setengah abad alias 50-an tahun yang menulis buku ini. Persis dengan usia ayah saya saat ini. Isinya seperti surat untuk anaknya. Ada 2 bagian, satu khusus untuk anak perempuan alias putri dan satu lagi untuk anak laki-laki alias putra. Penulis mempu membahasakan tulisan sesuai dengan bahasa khusus perempuan dan laki-laki. Nasihat sederhana tapi penting sekali disampaikan oleh orang tua terutama ayah sebagai panutan dalam keluarga. Nasihatnya tentang bahaya...

Menjadi Mujahidah Writer

Aku bukan seorang mentor menulis. Bukan pula orang yang sudah lama menggeluti bidang kepenulisan. Aku hanyalah seorang perempuan  yang jatuh cinta dengan menulis. Bahkan dulu pernah Allah izinkan mendapat hidayah dari sebuah tulisan. Selama perjalananku mengenal diri, aku menemukan banyak wadah kebaikan. Aku ikut berbagai komunitas kebaikan salah satunya komunitas menulis. Disanalah aku pertama kali belajar untuk berani menyusun kata demi kata. Merangkai kalimat demi kalimat. Menyusunnya menjadi sebuah paragraf utuh. Hampir setiap hari aku merenungi tentang dinamika kehidupan. Ternyata banyak hikmah yang bisa aku tuliskan. Sampai tak terasa ternyata semakin aku sering menulis hikmah, maka semakin aku banyak belajar. Aku adalah penulis yang berbahagia. Aku bahagia ketika Allah memberiku hidayah untuk bisa menangkap hikmah. Aku bahagia saat tulisanku bisa menjadi pengingat dan penguat diri. Aku pun bahagia saat orang lain juga ikut mengambil manfaat dari setiap tulisan sedernan...

Ketika Hidupmu Mulai Ambyar

Pernah gak sih ngerasa lelah banget jiwa dan raga? Masalah kian bertambah. Pekerjaan bertumpuk dan tertunda. Pikiran penuh dengan ketakutan yang muncul tiba-tiba. Hingga akhirnya tak ada yang bisa dilakukan sama sekali. Diri serasa hilang daya. Itulah titik dimana hidup mulai ambyar. Berantakan dalam berbagai urusan. Waktu berlalu penuh dengan beban. Hari-hari berlalu tanpa ada harapan. Seakan bahagia hanya sebuah selogan. Disaat hal itu terjadi, mari mengambil jarak dan menepi. Berdialog dengan diri. Mengungkapkan segala isi hati. Awali dengan sapaan di depan cermin, "Apa kabar wahai hati? " Tak perlu terburu-buru mencari kawan pelampiasan rasa. Temui dulu diri sendiri di dasar hati. Bicaralah dengan nuranimu yang selalu setia menemani. Ia adalah sahabat sejati yang melengkapi diri. Bicaralah jujur kepada diri. Apa kiranya yang membuat hidup menjadi sulit dan terasa sakit tiap hari? Apakah  karena pondasi hidup yang mulai rapuh? Apakah sebab kita yang sering menyaki...

Teladan Cinta

Setiap ujian cinta pasti ada teladannya. Jikalau rasa itu hadir dari seorang perempuan berhati lembut terhadap seorang laki-laki berperangai indah. Barangkali kita bisa belajar dari kisah Nabi Yusuf as dan Siti Zulaikha. Betapa besar rasa cinta Zulaikha pada Yusuf, ternyata mampu menembus batas sadarnya seketika. Membuatnya hilang arah. Hingga tak kuasa menahan segala rasa yang ada. Ia hampir terperangkap cinta buta. Ia hampir mengikuti hawa nafsunya. Tetapi, atas perlindungan Allah ia pun selamat. Nabi Yusuf, masih mampu pertahankan imannya. Hanya pada Allah keduanya berserah. Hanya kepada Allah rasa cinta ini dikembalikan. Serta hanya untukNya segala pengrobanan harus dilakukan. Saat pertolongan Allah menjadi penjaga diantara keduanya. Hidayah pun hadir. Pilihannya ialah melepas, bukan memaksakan takdir. Sebab terlalu menyakitkan jika harus mengejar bayangan. Hanya akan menyisakan tangis tanpa ada pertemuan yang diidamkan. Zulaikha pun tak bisa sepenuhnya menyalahi rasa yan...

Metamorfosa Iman, Ramadhan dan Asa Perubahan

Telah hampir sampailah kita pada ujung bulan Ramadhan. Bagaimana rasanya? Pasti beragam warna. Ada yang suka cita menyambut bulan syawal dan ada yang bersedih hati karena ditinggal bulan suci. Jujurlah wahai hati, apa rasa yang ada saat ini? Bulan suci tetaplah bulan suci meski ditengah pandemi. Sebab kemuliaan, rahmat, serta janji-Nya selalu pasti. Mungkin kita sudah sangat hafal dengan keutamaan bulan ini. Bulan penuh rahmat, ampunan dan juga lipat ganda pahala bertubi-tubi. Sebelum Ramadhan, semarak menyambutnya begitu tinggi. Target amalan, sudah begitu rapi. Ramadhan di dirumah aja, semestinya membuat waktu kita lebih banyak untuk Ibadah. Tetapi ternyata masih ada seribu alasan untuk tak beranjak dari perubahan sejati. Saat Ramadhan, syaitan dibelenggu. Tapi nafsu dan syahwat kita tetap bisa mengelabui diri. Bagi yang puasa dengan level tertinggi, InsyaAllah ia juga akan mampu menjaga semua panca inderanya serta pikiran dan hati dari hal yang sia-sia apalagi yang Allah mur...

Sejatinya Masalah

Setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya. Mungkin masalahnya beraneka ragam. Tidak sama disetiap jalan hidup semua orang. Tapi anehnya kita sering berilusi bahwa ada orang yang hidup tenang tanpa masalah. Sehingga kita merasa bahwa hidup kita yang paling menderita. Apalagi dijaman serba terbuka ini. Kita bisa dengan mudah melihat sisi enaknya hidup orang lain. Sehingga masalah yang kita derita akan kita bandingkan dengan hidup orang lain yang sempurna. Padahal, sisi ketidaksempurnaan orang lain pasti ada. Hanya saja berbeda tempat dan tingkatnya. Saat kita sedang bermasalah dengan keluarga. Sementara kita melihat dan mendamba keluarga harmonis yang kita lihat diluar sana. Saat kita sedang bermasalah dengan urusan perkuliahan atau kelulusan. Lalu kita melihat bahagianya teman kita selepas wisudanya. Saat kita sedang bermasalah dengan urusan pekerjaan atau bisnis. Tiba-tiba kita lihat teman kita yang sedang menikmati gajian dengan liburan atau berbelanja. Ketika kita se...

YOU ARE HERO

Cobalah ingat salah satu film hollywod yang pernah kita tonton. Seperti batman, superman, avengers dan teman-temannya. Pernah gak kita amati kalau pola sekenario dari film super hero itu hampir mirip. Hanya beda jenis tokoh, alur cerita dan modifikasi konflik. Tetapi film bertema super hero masih selalu menarik untuk kita nikmati. Sebab tanpa sadar secara psikologis kita menginginkan kondisi yang ada di dalam film tersebut. Seperti yang digambarkan di dalam film tersebut, sosok super hero akan hadir di saat situasi genting mulai melanda suatu negeri. Biasanya ada orang jahat yang menjadi penyebab terjadinya kekacauan yang terjadi. Mereka memiliki misi untuk menguasai dunia dengan cara menjadikan dirinya yang paling ditakuti. Sehingga jika semua orang dilanda ketakutan, mereka akan lebih mudah mengendalikan. Namun, ditengah ancaman besar tersebut munculan super hero. Entah dari sebuah laboratorium, daro luar angkasa, atau dari bawah samudera. Akhirnya sejak kemunculan super hero, k...

Corona dan Palestina

Seketika setelah wabah itu tiba, ritme hidup kita langsung berubah. Kita merasa ancaman ada dimana-mana meski tak kasat mata. Entah ada atau tidak, virus itu memang tak nampak tetapi kecemasan kita jadi terdampak. Satu persatu pasien berjatuhan. Isolasi pun terpaksa dilakukan. Informasi penuh dari sana sini. Imbauan-imbauan berdatangan demi alasan keamanan. Kita harus waspada tetapi juga tetap menjaga ketenangan jiwa. Coba menepi sejenak dari hiruk pikuk ramainya berita. Renungilah bahwa ujian ini pasti ada maksud dan tujuanNya. Coba resapi lagi perlahan pelajaran yang terkandung dibaliknya. Bayangkan, kondisi ini terjadi berpuluh-puluh tahun. Kematian terjadi bergiliran. Ekonomi terhenti. Sekolah pun terancam. Trauma dimana-mana. Akankah kiranya kita mampu bertahan? Sedang tidur enak tiba-tiba bom jatuh persis diatap rumah. Sedang belajar dengan serius, tiba-tiba tembakan datang menghujam. Sedang beribadah dengan tenang, tiba-tiba pukulan keras datang menyerang. Apakah kita ...

Terapi Memasak

Aku bukan orang yang ahli dalam memasak. Bahkan sebenarnya pengetahuanku soal rasa makanan pun terbatas. Paling kuingat beberapa makanan rumahan yang dulu sering dibuatkan oleh nenek, kakek, ibu dan ayah kala aku masih kanak-kanak. Sehingga sedikit cemas awalnya saat aku tumbuh dewasa dan mengetahui bahwa memasak adalah salah satu skill penting saat nanti berumah tangga. Bahkan dulu aku sempat ikut seminar tentang dampak memasak untuk kesehatan mental. Memasak selain bisa menghemat perekonomian keluarga, ia juga bisa meningkatkan self-esteem (perasaan diri berharga) bagi yang memasaknya. Apalagi jika masakannya dimakan oleh orang teristimewa seperti keluarga. Selain menambah bahagia bagi yang memasak, ia pun akan menambah kedekatan antar anggota keluarga. Ternyata memasak bukan hanya meninggalkan rasa di lidah tetapi juga dapat memberi kesan di hati. Hingga kelak memori soal masakan pun mampu membuat kita ingat beberapa momen masa kecil yang indah meski sesederhana makan masakan ru...

Perjalanan Mengenal Diri

Ada kalanya apa-apa yang kita lakukan itu tidak membekaskan makna. Tetapi percayalah bahwa setiap takdirNya selalu menyisakan hikmah pembelajaran berarti bagi jiwa yang mau mencari. Hidup yang singkat ini rasanya sayang jika hanya dijalani dengan apa adanya saja. Jikalau mengaku memiliki visi syurga, maka jalan menujunya harus ditempuh dengan misi-misi yang istimewa. Setiap makhluk telah Allah ciptakan dengan sebaik-baiknya bentuk. Sejatinya semua hamba sudah tercipta dengan sempurna untuk menjadi pemimpin di muka bumi. Untuk bisa memimpin, kita butuh tau siapa yang akan kita pimpin, dimana ranah kepemimpinan kita, serta apa modal utama kepemimpinan kita. Tidak semua orang bisa menjadi pemimpin disemua bidang. Allah memberikan kelebihan kepada setiap ciptaanNya diranah yang berbeda-beda. Supaya manusia bisa menjalin kerjasama. Tidak hanya sibuk memikirkan diri sendiri. Sebab syurga terlalu luas untuk ditinggali seorang diri. Lagi pula, tidak ada manusia yang sanggup hidup dalam ...

Pejuang Syurga

Ada tempat teristimewa yang keindahannya masih lebih indah dari keindahan yang pernah ada salama di dunia. Ada tempat ternyaman yang membuat setiap makhluk ingin menetap abadi. Tempat yang dahulu menjadi awal setiap makhlukNya bermula. Tempat yang menjadi tujuan pulang setiap insan yang yakin akan hakikat hidup yang hanya sementara. Syurga ialah gambaran keindahan yang sulit dijelaskan indahnya. Sebab kita belum pernah melihat sebelumnya. Tetapi analogi tentangnya sudah Allah berikan kepada kita melalui firmanNya. Dengan iman kita yakin bahwa syurga ialah dambaan tempat pulang terbaik selepas dunia ini terlepas. Namun, menginginkan syurga tidak cukup hanya dengan berangan-angan. Kita harus berjuang untuk benar-benar bisa meraihnya. Perjuangan ini hanya bisa kita tempuh di dunia. Sebab dunia ialah arena ujian untuk membuktikan seberapa taatnya diri ini kepada Rabb Semesta alam. Memahami hakikat dunia bisa menjadikan kita lebih berhati-hati dengan rasa memiliki. Memang seolah-olah ...

Perjalanan Lintas Waktu

Ditulisan ini aku cuma mau curhat aja soal pikiranku yang akhir-akhir ini terlalu berjalan kesana-kemari. Bahasa simplenya overthingking gitu lah ya. Dalam sehari aku bisa mikirin masa lalu, masa depan dan masa kini sekaligus. Kadang aku merenung karena merasa masa laluku kurang cemerlang, disisi lain aku bersyukur juga dibeberapa episode masa lalu itu. Saat memikirkan masa depan, aku merasa bersemangat luar biasa tetapi juga bisa tiba-tiba cemas dan merasa tak berdaya. Sampai tiba pada kesadaran akan masa kini, aku malah merasa jalan ditempat saja. Masih banyak PR yang belum dikerjakan. Wacana yang belum jadi rencana. Serta rencana yang belum terlaksana. Mari kita mulai penjelajahan tiga masa yaitu masa lalu, masa depan dan masa kini. Ketiga masa yang semua orang alami. Kisahnya tentu berbeda-beda. Hingga membentuk pribadi yang berbeda pula pada akhirnya. Diriku dengan sepaket takdir yang Allah beri dimasa lalu, inilah jalan hidup terbaik dariNya. Jika ada sesal di masa itu, itu...

Renungan Pranikah

Dear ukhti, dulu prinsipku adalah mempersilahkan siapa saja laki-laki yg berniat baik menikah datang untuk ta'aruf. Tapi ternyata niat baik saja tidak bisa langsung kita percaya dari lisannya. Ia harus sejalan dengan kesiapan dirinya. Pengalaman yang Allah berikan dari berbagai proses ta'aruf yang belum berujung pada pernikahan membuat aku lebih berhati-hati dalam melihat pembuktian niat baik ini. Proses demi proses sebelumnya bisa dikatakan gagal mungkin disebabkan ketidakmantapan niat serta keterjagaan dalam proses ta'aruf. Jangan tertipu hanya dengan keberanian ikhwan apalagi langsung baper jika ada ikhwan yang ngajak nikah. Membangun keluarga yg bervisi syurga, butuh dikawal dari awal prosesnya agar berkah Allah selalu meliputi disepanjang hidup kita. Jangan sampai, kegagalan dalam proses ta'aruf membuat akhwat patah hati. Sehingga ilmu sebelum menikah ini penting sekali agar kita bisa kembali menguatkan tujuan pernikahan serta tujuan pembentukan keluarga nant...

Aku menemukan Aku

Menjadi diri sendiri itu, bukan berarti pasrah dengan keadaan. Tetapi, berusaha mengenali diri dan mengeluarkan potensi terbaik yang dimiliki. Itulah dirimu sesungguhnya yang mungkin tak ada di dalam diri orang lain. Impianmu, ambisimu, tekadmu, visimu, serta pilihan atas hidupmu hanya kamu yang bisa mengambil alihnya. Sebab Allah Yang Maha Kuasa telah memberimu kuasa sedikit untuk menjadikanmu pemimpin atas diri. Ingatlah pesan Imam Al Ghazali di dalam buku Kimia Kebahagiaan. Bahwa yang berhak menjadi raja atas diri ialah jiwa. Sementara jasad atau tubuh kita ini ibarat kerajaannya. Ia hanya tempat dan alat yang dipinjamkan. Lalu nafsu ibarat petugas pajak. Dia menuntut dipenuhi tetapi perlu dibatasi. Serta amarah sebagai polisi. Wajar saja bila marah, tapi marah dengan tujuan menjaga bukan memberontak tanpa kendali. Marah karena ada yang keluar batas atau melanggar aturan. Begitulah gambaran dinamika diri. Sudah seberapa lama kamu diberi waktu untuk hidup di dunia yang fana ini...

Melawan Resolusi Iblis

Disaat manusia sibuk untuk merancang impian dan membuat resolusinya, ternyata iblis pun sudah lebih giat dan serius melanjalankan visi misinya. Bahkan sejak jaman Nabi Adam as. di syurga, mereka sudah menjalankan visi misinya. Apa itu visi misi iblis yang sampai saat ini masih mereka jalankan? Dalam surat Al-A'raf ayat 16-17 iblis pun berikhrar. "Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." Allah menghukum Iblis sesat disebabkan iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam. Padahal bersujud pada Nabi Adam ialah perintah Allah. Namun, munculah alasan iblis untuk menolak perintah Allah disebabkan ia merasa lebih balik dari Nabi Adam. Lalu selepas Iblis membangkang pada perintah Allah, ia dihukum oleh Allah dengan ...

Visi Hidup jilid 2

Muara Terakhirku Pernahkah kita berada difase dimana merasa hidup sedang stagnan, tidak ada proses pertumbuhan, hampa, terlalu biasa, penuh dengan rutinitas saja dan kehilangan arah juga gairah? Di dalam pikiran ingin melakukan banyak hal namun secara tindakan tidak ada semangat untuk merealisasikannya. Hari-hari berlalu dan keresahan itu semakin datang bertubi-tubi. Jika sudah begini, hal pertama yang bisa dilakukan adalah berdo'a memohon petunjuk Allah selanjutnya adalah mencari hidayah. Barangkali jawaban dari do'a kita ada dilembaran buku-buku yang belum sempat kita baca. Mungkin juga ada di ruang-ruang seminar atau majelis ilmu. Atau bisa jadi ia hadir dalam pertemuan dengan teman yang tidak disangka-sangka. Jika kita benar-benar menyerahkan diri untuk dibimbing oleh Allah dalam menjalani hidup, maka jangan ada harap pada makhlukNya. Jalani saja sekenario yang ada dan maknai setiap prosesnya. Pada akhirnya kita akan menemukan jawaban atas do'a yang kita panjatk...

Visi Hidup Jilid 1

Bukan Sekedar Resolusi "Abis lulus mau ngapain?" Pertanyaan yang selalu menghantuiku pasca sidang skripsi terlaksana akhir desember 2019 kemarin. Menurut jadwal terdekat, insyaAllah wisuda terlaksana dibulan februari 2020. Tetapi pikiranku melesat jauh beberapa bulan setelah toga itu terpakai. Euforia kelulusan yang hanya sesaat membuatku sadar lebih dini bahwa setelahnya ada tanggung jawab baru yang harus aku jalani. Pertanyaan itu terus mengusikku hingga aku kembali mencari guru, menemui mentor, berdiskusi, bertanya pada orang terdekat dan terus berdo'a untuk meminta petunjuk pada Allah yang Maha Tau Segalanya. Teringat perjalanan impianku yang dimulai selepas baju putih abu itu terakhir dipakai. Impian sederhana yang lebih mirip kumpulan peran hidup yang akan aku jalani hingga maut menjemput. Mulai dari lulus Ujian Nasional di tahun 2013 hingga mati syahid fii sabilillah di bumi para syuhada, Palestina. Seketika hidup berubah. Allah memberi jalan atas impainku ...

Menjadi Pejuang Istiqomah

Kata istiqomah sudah sering kita dengar. Apalagi setelah kajian bertema hijrah yang banyak digelar. Jikalau hijrah adalah titik awal perubahan seseorang, lantas setelah hijrah kita harus apa? Kita patut bersyukur dengan banyaknya kawan kita yang hijrah. Tetapi ternyata tidak sedikit yang berguguran setelah menghadapi ujian pasca hijrah. Maka tak heran jika pertanyaan yang sering terlontar adalah setelah hijrah, bagaimana untuk istiqomah? Memilih hijrah itu mudah. Tetapi bertahan pada pilihan ini yang tidak mudah. Bukan rindu yang berat. Tapi istiqomah yang lebih berat. Kita belum tentu kuat. Jadi, gimana ya buat bisa istiqomah? Apakah saking beratnya istiqomah sampai-sampai kita tidak mungkin bisa istiqomah? Apakah kita bisa istiqomah? Tapi kondisi imankan naik turun? Gimana menjaganya? Ternyata istiqomah itu memang butuh perjuangan. Jalan juang ini panjang, sampai akhir hayat kita. Sebab diakhir batas ajal kita, disitulah batas penentuan akan berakhir seperti apa diri kita. Se...

Bukan Sekedar Sakit Hati

Refleksi dari Joker dan Layangan Putus Oleh : Asrida Juliana Ternyata tidak semua orang punya kondisi stabil di dalam mentalnya. Guncangan dalam berbagai macam masalah di masa lalu pun acapkali bisa teringat ketika pemicunya kembali dihadirkan. Iya, ternyata tidak semua orang telah berdamai dengan dirinya juga takdirnya. Kita tidak bisa berlepas dari yang namanya ujian. Begitulah warna-warni kehidupan. Tidak selalu indah juga membahagiakan. Kadang kala kesedihan dan kekecewaan hadir bergantian. Hingga mungkin disadari atau tidak, tiap orang punya titik lemahnya masing-masing. Mungkin itulah titik ujinya juga titik balik untuk menjadi manusia yang kembali pada hakikat ia dicipta. Manusia tak ada yang sempurna sebab ia harus selalu bergantung pada Allah Rabb yang Maha Sempurna. Ada sebagian yang telah sadar bahwa dirinya punya trauma, adiksi, kecemasan, emosi tak terkendali tetapi ada juga yang tidak menyadari bahwa ia sering menyakiti diri sendiri bahkan ada keinginan untuk bu...

Memilih Zona Aman

@asridachida Aku pernah menulis tentang bahayanya jika kita terlalu lama berada di zona aman. Sebab, zona aman membuat kita menjadi penikmat rasa nyaman. Seperti tidak perlu lagi untuk menghadapi tantangan. Hidup laksana laut yang tenang tanpa ada guncangan ombak yang menerjang. Tapi kalau dipikirkan lagi, sepertinya laut bukan untuk orang-orang yang menyukai ketenangan. Karena ombaknya tak mungkin bisa tenang walau sebentar saja. Bahkan guruku bilang kalau pelaut yang handal tidak berasal dari laut yang tenang. Melainkan berasal dari laut yang memiliki ombak yang terus mengguncang. Ibaratnya tidak ada pertumbuhan di zona nyaman. Kalau kita mau tumbuh, justru kita butuh pergerakan. Karena pergerakan akan menghasilkan perubahan. Hmm, nasihat guruku berhasil membuatku terus tumbuh dan memberanikan diri melawan kenyamanan yang ada di dalam diri. Disaat aku merasa nyaman menjadi seorang yang pendiam, maka aku mencoba untuk menjadi seorang pembicara. Bukan hanya bicara kepad...