Postingan

Isyarat Kehilangan

Pernahkah kamu secara tiba-tiba kehilangan benda yang sedang ingin kau gunakan? Bahkan benda yang sangat penting dan berharga. Sudah dicari kemana-mana tidak ketemu. Sampai bersu'udzon pada makhluk ghaib," Jangan-jangan ada hantu yang ngumpetin nih." hehe Setelah lelah mencari tetapi tak kunjung ketemu. Kamu memilih untuk membiarkannya. Berusaha mencari alternatif lain untuk bisa tetap menjalani kehidupan ini. Tetapi suatu saat, jauh setelah kamu merelakan kepergian benda tersebut, tanpa bermaksud hendak mencarinya justru kamu malah menemukannya. Disaat tak terduga, ditempat yang tak disangka-sangka. Antara bersyukur bercampur heran. Hati bergumam, " Kok bisa ada disini? Padahal udah di ikhlasin juga ini benda." "Giliran dicari malah gak nemu, giliran gak niat nyari malah ketemu. Gimana sih ini ya." lanjut pikirmu kembali. Kira-kira apa maksud kehilangan ini? Ternyata kalau kita berhusnuzan pada Allah, kita bisa menganalogikannya secara sederhana. Keti...

Mengelola Perubahan

"Aku harus berubah!", teriak semua orang sehabis mengikuti seminar motivasi. Seraya semangat perubahan mencapai titik klimaks. Berapi-api dan menggebu-gebu. Tangan mengepal kuat, jantung berdetak cepat, serta mata menatap tajam. Tetapi, sayangnya itu hanya bertahan sepersekian jam setelah seminar berlangsung. Bahkan ketika sepulangnya ke rumah, niat berubah itu kian terkikis. Menatap kembali realitas dengan batas. Seraya impian yang tadi ditulis dikertas saat seminar berlangsung dengan mudahnya terhempas. Sampai ada yang menganggap kalau seminar motivasi dan sejenisnya menjadi tak berarti. Padahal, itu adalah pintu gerbang untuk membuka kesadaran diri. Membuka pikiran kita menuju perubahan yang lebih baik. Saya pun bisa berubah atas izin Allah bermula dari pertemuan saya dengan para motivator setiap menjelang Ujian Nasional. Kemudian, Allah mengirimkan seorang motivator bernama Ari Chandra Kurniawan atau dikenal dengan Ka Archan di sebuah buku yang ditulisnya hingga Allah tak...

Tenang Ada Allah

Hidup yang diliputi ketenangan itu adalah dambaan setiap insan. Sebab ketenangan akan sepaket dengan perasaan senang. Namun, bagi diri yang hanya mengejar kesenangan semata, ketenangan itu belum tentu bisa hadir menyertainya.  Lalu bagaimana bisa tetap tenang ditengah ujian yang datang menghadang? Bukankah wajar bila resah-gelisah, gunda-gulana, galau dan risau menyapa hati yang sedang diuji?  Apakah ketenangan ini hanyalah ilusi? InsyaAllah tidak kawan, ketenangan bisa kita ikhtiarkan. Serumit apapun masalah yang hadir dalam hidup ini, Allah telah siapkan solusi terbaik agar diri kita tetap berada dalam ketenangan sejati.  Coba yuk kita renungkan surat Al Baqarah ayat 153, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah SABAR dan SHOLAT sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."  Ketika masalah datang, Allah tidak menyuruh kita memikirkannya hingga penat. Allah hanya menyuruh kita untuk sabar dan sholat. Bahkan dengan keduanya Allah menjanjik...

MENYESAL

Seketika jantung berhenti berdegup. Suasana ruang ikut meredup. Sekujur tubuh hilang rasa. Mulut terbungkam tak mampu lagi berbicara. Disaat itu ruh terpisah dari jasadnya. Mengakhiri perjalanan panjang dunia. Berganti ke alam akhirat yang abadi. Sekejap saja terasa bagai terbangun dari mimpi.  Dunia tempatku berpijak, terasa bagai tempat tinggal yang abadi. Sampai tiba disaat ajal menghampiri. Ternyata aku tak mampu kembali.  Dalam gelapnya kubur, aku berharap ada cahaya yang menerangi. Tapi bagaimana bisa aku berharap kabur yang terang lagi lapang jika semasa di dunia terlalu banyak dosa yang ku biarkan saja.  Aku menyesal karena telah abai dengan hidayahNya. Aku semakin lalai dan menjauh dari cahaya Illahi. Membunuh hati sebelum raga terkubur rapi. Melupakan arti dari hidup yang sejati. Aku menyesal karena waktu di dunia amal yang dikerjakan tidak sungguh-sungguh. Harta yang dimiliki tidak menjadi sedekah jariyah. Anak yang di amanahkan tidak dididik untuk menjadi anak...

KECEWA

Darimana asalnya kecewa jika bukan dari hati yang mudah berharap. Memang dunia ini menawarkan banyak harapan yang menggiurkan hati. Seolah hidup abadi ialah harapan tertinggi.  Padahal mati itu pasti. Serta kekecewaan yang kita alami sudah pasti sebab kita berharap pada ketidakpastian. Sesuatu yang tak punya kekuatan apa-apa. Apalagi seorang makhluk yang tak luput dari salah dan dosa. Akui rasa kecewamu. Terima rasa sakitnya. Lalu lihat lagi lebih dalam. Setinggi apa harapanmu pada selain Rabb yang tidak pernah ingkar janji? Apakah harapan itu seperti bintang di langit nan tinggi?  Kapanpun bintang di langit akan jatuh juga. Seperti harapan kita pada selain Allah, pada waktunya akan sirna dan berujung kecewa. Tak perlu menyalahkan objek yang membuat kita kecewa. Sebab semua juga terjadi ketika Allah menghendaki.  Dari setiap rasa kecewa yang hinggap. Allah sedang mendidik hati kita agar kembali berharap hanya pada-Nya. Menempatkan segala aspek dunia sebagai perantara pert...

TRAUMA HEALING?

Mungkin terlalu dini jika kita memvonis diri kita sendiri dengan diagnosa trauma. Hingga istilah luka menjadi pengganti kata yang menggambarkan kondisi hati kita saat ini.  Serta healing adalah salah satu proses penyembuhan.Tidak mungkin ada proses kesembuhan jika tidak ada rasa sakit. Iya, saat ini kita sering kali merasa sakit.Walau bukan sakit fisik yang nampak pandangan mata.Tetapi sakit batin yang lebih dalam namun terasa dampaknya di hidup kita. Nampaknya semua orang ingin sejahtera batinnya.Hingga berlomba-lomba untuk menemukan formula yang tepat agar sampai pada titik lega dan hilang rasa sesak di dada.  Healing ada yang dengan curhat tak berjeda.Healing ada yang nulis untuk luapkan emosinya.Healing juga ada yang kabur ke tempat baru yang indah.Walau hanya melegakan sesaat.  Tapi healing bukanlah alat atau cara untuk lepas dari segala masalah.Healing ialah proses diri kita untuk menerima setiap rasa yang ada. Bukan meluapkan lalu melupakan.Tetapi menyadari,menghad...

Syukuri Sibukmu

Kesibukan kita seringkali berujung keluh. Kita mengeluh atas habisnya waktu untuk menuntaskannya. Kita lelah atas setiap energi yang terkuras habis untuk menyelesaikannya. Sehingga sibuk menjadi alasan untuk lari dan mencari hiburan yang menyenagkan hati kita.  Tidak apa jika jeda itu untuk mengumpulkan energi agar kembali bersemangat melanjutkan perjuangan. Tidak apa jika hiburan itu hanya sesaat untuk menyegarkan pikiran dan hati yang mulai tak karuan. Tetapi, waspadalah jika jeda menjadi celah kelalaian.  Bukankah Kesibukan yang kita pilih atas dasar kesadaran diri? Bukankah kita tahu bahwa setiap pilihan selalu sepaket dengan konsekuensinya? Iya, tidak ada pilihan yang aman. Semua tetap mengandung ujian.  Kesibukan yang telah dipilih jangan sampai membuatmu kalah. Sebab nafsu sampai kapanpun jua tak pernah bersabahat dengan rasa lelah atas kesulitan. Nafsu hanya suka dengan zona nyaman yang melenakan.  Mari bersyukur atas nikmat kesibukan yang kita jalani saat in...

Rasa Menuju Asa

Setelah perjalanan panjang dalam menjaga diri kutempuh. Sebentar lagi jalan ibadah panjang itu akan bermula. Sejujurnya, dipilih oleh orang yang baik saja rasanya aku tak pantas. Sebab aku tau betapa banyak titik lemahku. Diperjuangkan sejauh ini pun aku tak menyangka. Sebab aku tau, kelemahanku kadang membuatku pesimis dan ingin menyerah. Tetapi sudah sejauh ini perjalanan mengolah rasa telah banyak mengajariku.  Rasa sakit yang bertubi-tubi tiap episodenya menjadi luka yang membuatku bertumbuh. Ternyata untuk mencapai niat yang murni butuh perjuangan tingkat tinggi. Harus berani menahan gejolak nafsu yang memicu kerusakan hati.  Aku terlalu lemah selama ini. Keterjagaanku semata-mata hanya karena Allah yang Maha Menjaga. Kekuatanku semata-mata hanya karena Allah yang Maha Menguatkan. Aku tak berdaya tanpa pertolonganNya.  Menuju asa, aku kembali mengingat tujuanku. Asa ini bukanlah semata pernikahan. Asa yang ingin ku gapai jauh lebih besar dan suci. Asa yang abadi, Rid...

Tidak Bisa Sendiri

Manusia seringkali merasa mampu mengurus dirinya sendiri. Sesuatu yang biasa terjadi kadang hanya dimaknai sebagai sebuah sebab akibat alami. Hingga saat kejenuhan melanda, kita merasa paling berjasa atas semua capaian diri.  Tanpa sadar kita telah lupa satu hal penting. Bahwa dunia tak akan berputar dengan teratur tanpa ada yang Maha Mengatur. Bahwa kita tak akan mampu hidup tanpa ada yang Maha Menghidupkan.  Dan semua itu baru kita sadari saat titik terlemah kita. Mungkin Allah sengaja memberi ujian agar kita kembali mengingatNya. Sadarkah kita bahwa segala resah dan air mata ini adalah bentuk kasih sayangNya?  Jikalau semasa di dunia ini kita terus merasa sok kuat menjalani setiap beban-beban hidup setiap hari. Tunggulah masanya kita akan menyerah pada diri dan kecewa pada keadaan.  Maka mulai saat ini, jangan pernah merasa sendiri. Karena kita memang tidak bisa sendiri. Sadari bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Allah selalu menolong hambaNya yang senantiasa...

Menyesal Sebelum Pulang

Dunia tempat singgah kita saat ini sedang dipenuhi dengan air mata kehilangan. Ditinggal atau meninggalkan, keduanya terasa begitu menyakitkan. Tetapi, pada akhirnya semua akan kembali kepada-Nya. Walau dengan durasi yang tak sama.  Adakah yang merasa siap jika esok ketetapan itu tiba? Tentu malaikat pencabut nyawa hanya menjalankan tugasnya. Tak menunggu kita siap atau tidak untuk pulang. Jadwal kita sudah ditetapkan sebelum ruh kita ditiupkan.  Apakah kita merasa aman dengan setiap amal perbuatan? Semua telah tercatat rapi di dalam kitab yang kelak bisa kita baca kembali. Bukan hanya untuk dikenang, melainkan untuk dipertanggung jawabkan.  Siapa yang bisa menjamin segudang amal yang telah dikerjakan tercatat sebagai amal shalih yang diterima? Sementara dosa yang dilakukan terus bertambah memenuhi catatan amal perbuatan kita.  Tetapi mengapa hati masih terasa sesak saat melakukan ketaatan dan hilang rasa takut saat melakukan kemaksiatan? Cobalah ingat kembali kapan ...

Ya Allah Aku Terima TakdirMu

Hidup ini berisi kumpulan takdir. Kejadian baik dan buruk hanyalah dinamika. Tetapi yang telah terjadi adalah yang terbaik dariNya. Sejatinya takdir, hadirnya untuk menguji respon manusia.  Sebelum merespon takdir, baiknya kita menyadari lagi posisi kita sebagai hamba. Tidak ada daya dan upaya melainkan hanya milik Rabb Pemilik Semesta. Maka respon terbaik seorang hamba ialah menerima dengan hati lapang dan Ridho atas setiap takdir pilihan Allah.  Responlah takdir dengan iman. Sebab rukun iman terakhir adalah iman kepada Qada' dan Qadar. Maka ujian iman akan senantiasa hadir untuk mengokohkan keyakinan dan rasa bergantung kita pada Allah.  Jika takdir baik berupa nikmat yang datang, bersyukurlah dan tambah giatlah beribadah. Jika takdir buruk atau musibah yang datang bersabarlah dan tambah giatlah bertaubat.  Takdir tidak pernah ada yang salah. Respon kitalah yang kadang bermasalah. Yakini bahwa Allah selalu memberi yang terbaik untuk setiap hamba yang dicinta. Hanya...

Jika Terjebak Rasa

Pernah gak kamu ngerasa ada suatu rasa yang beda ketika kamu melihat seseorang? Dari sekian banyak orang yang pernah dikenal, tetapi hanya ada satu orang yang terasa spesial.  Jika ada dia, jantung terasa lebih capat terpompa. Senang jika berjumpa. Sedih jika berpisah. Salah tingkah jika didekatnya. Tersipu malu saat dia memperhatikan kita.  Nah, kalau sudah terjebak rasa, kita harus apa? Mendekatinya? Nyatakan rasa? Kabur? Pura-pura biasa aja? Atau mencintai dalam diam?  Untuk bisa tetap waras dalam menyikapi rasa, kita perlu memahami mekanismenya. Rasa cinta itu bagian dari emosi manusia. Itu normal dan wajar. Tandanya hormon tubuh kita berfungsi dengan optimal.  Tetapi, rasa cinta bukan hanya soal naluri saja. Melainkan ia harus disalurkan dengan aturan Illahi. Karena manusia itu makhluk Allah yang sempurna. Maka untuk menghalalkan rasa kita perlu menyatukannya dengan ikatan suci pernikahan.  Kalau belum mampu menempuhnya, jangan khawatir. Kita masih bisa ber...

Berjeda untuk Mencari Makna

Pernah gak sih ngerasa lelah banget sama hidup? Rasanya kayak lagi lari tapi gak sampai-sampai di garis akhir. Ingin nyerah tapi udah terlalu jauh. Ingin lanjut tapi rasanya gak sanggup. Akhirnya cuma bisa terus berlari tanpa arti.  Ah, rasanya pasti gak nyaman banget ya. Bingung harus seperti apa. Tetapi hidup memaksa kita untuk terus berlanjut sampai maut menjemput.  Kalau sudah seperti ini, yuk kita ambil jeda sejenak.  Lambatkan dulu temponya. Sambil kita renungkan lagi beberapa hal.  Mungkin dititik ini kita perlu kembalikan lagi kesadaran diri yang mulai kabur. Coba ingat kembali tentang alasan mengapa kita ada disini, memilih jalan ini dan tujuan akhir apa yang kita tuju.  Lalu, berterima kasihlah kepada diri yang telah setia menemani. Lihat, ternyata langkah kita sudah sejauh ini. Tak apa, jika masih banyak yang ingin kita tuju di depan sana. Tetapi, jangan pernah lupa atas setiap pencapaian yang telah kita dapatkan. Bersyukurlah. Meskipun masih ada bany...

Berdo'a dengan Rasa

Kita seringkali melafazkan do'a lewat kata. Bahkan saking terbiasanya kecepatan do'a bisa melebihi kecepatan kereta lintas kota. Mungkin saking hafalnya, sudah lancar tanpa mengeja. Namun, apakah setiap doa yang terucap dari lisan ini terasa juga sampai ke hati? Sayangnya doa-doa kita hampa, tanpa rasa.  Padahal, berdo'a bukan hanya menyampaikan kemauan. Ialah wujud dari penghambaan kita pada Dzat yang Maha Segala. Rasa yang semestinya hadir, bukanlah rasa biasa. Melainkan rasa butuh, harap dan bergantung penuh pada sang Maha Kuasa.  Jika do'a hanya kita lantunkan lewat lisan saja, bagaimana orang yang tidak bisa berbicara? Bukankah mereka juga bisa berdo'a? Iya, mereka berdo'a dengan hatinya. Sungguh, Allah Maha Mendengar dan Maha Tahu segala isi hati. Berdo'alah dengan kesadaran diri. Munculkan rasa harap pada Allah agar segala permohonan ini benar-benar tulus dari hati. Bukan hanya karena ingin segera dikabulkan. Melainkan berharap mendapat pertolongan. A...

Tangga Menggapai Asa

Ujian dalam hidup itu pasti ada. Kisi-kisinya udah Allah kasih tau di surat al-mulk ayat 2, bahwa Allah menciptakan mati dan hidup untuk menguji siapa yang paling baik amalnya. Jadi, kalau mau naik level kualitas diri, harus mau diuji. Kalau mau semakin kuat, harus siap ditempa. Biasanya ujian itu ada dititik terlemah kita. Tapi manusia gak tau bentuk ujiannya seperti apa. Makanya jangan suka ngiri sama hidup orang lain yang keliatannya tenang-tenang aja. Padahal, kita gak tau aja ujian yang dia hadapi sebesar apa diranah yang lainnya. Tapi jarang sih ada orang yang iri sama ujian orang lain. Adanya orang yang membandingkan ujian tiap orang. Lalu merasa bahwa ujian orang lain itu receh dan lebih ringan dibanding ujian hidupnya sendiri. Akhirnya jadi dramatisasi penderitaan. Kayak sinetron yang sountracknya "kumenangiss membayangkan... " Hehe.  Jadi, ujian pasti ada. Selagi kita masih di dunia. Ada disemua fase hidup kita. Gak cuma jomblo aja yang hidupnya paling menderita. Ta...

Menikahi Visi

Hari ini tepat 2 oktober 2020. Sebuah hari  yang istimewa bagiku. Sebab di hari inilah  aku memberi batas waktu untuk mengakhiri semua rasa sedih, kecewa serta harap pada makhluk. Hari terbebasnya hati dari ketergantungan pada manusia yang selalu berpotensi menyakiti. Hari disaat aku memulai lembaran baru dalam menjalani hidup dengan rasa berserah diri. Ternyata hari ini pun adalah peringatan 833 tahun pembebasan Palestina oleh Shalahuddin Al-Ayyubi dan pasukannya. Sebuah peristiwa sejarah yang begitu istimewa. Mengingatkanku kembali akan kisah pertemuan kedua orang tua Shalahuddin yang begitu luar biasa. Kisah  Nuruddin zanki bertemu dengan istrinya seperti sebuah kisah penguat dan penyemangat. In syaa Allah atas izin Allah, kita juga akan menikah dengan orang yang satu tujuan yang sama. Asalkan sabar dan yakin hanya pada-Nya. Ayah dan ibu Shalahuddin salah satu contoh pemuda dan pemudi yang punya cita-cita besar dalam membangun keluarga. Bukan hanya memikirkan untuk keb...

Menetralkan Hati

Yang tersulit bagi sebagian wanita adalah tentang mengelola perasaannya. Termasuk aku, seorang wanita dengan dominasi perasaan yang terus bertumbuh. Sejak berhijrah dan belajar kembali tentang batasan antara laki-laki dan perempuan, tugas berat selanjutnya adalah tentang menjaga hati.  Mungkin tidak semua orang dihadapkan dengan ujian diranah yang sama. Hingga persoalan hati ini ya tidak semuanya mampu memahami. Tetapi, disinilah aku ingin berbagi tentang bagaimana menjaga hati agar tidak terisi dengan seseorang yang belum pasti. Aku merasakan setelah menghijrahkan hati pada Allah, banyak jalan-jalan yang terbuka menuju impianku. Allah terus mengabulkan do'a-do'a yang aku tulis sebagai rancangan hidupku. Bisa berbagi sebagai inspirator muslimah, menulis buku, memulai bisnis dan masih banyak lagi. Semua jalan menuju impianku terbuka. Allah hadirkan orang-orang baik yang selalu mengingatkanku padaNya.  Namun, semua nikmat itu diberi sepaket dengan ujiannya. Hampir setiap semeste...

Disaat Futur Melanda

Ada masanya kita bersemangat dalam beribadah. Mudah menyegerakan sholat awal waktu, mudah mengeluarkan sedekah, ringan tangan dalam berbuat baik serta mampu berlama-lama dengan Al-Qur'an. Lalu, tiba-tiba datang pula masa-masa semua ibadah terasa berat sekali. Sholat jadi lalai, bersedekah jadi abai, membantu orang jadi malas dan membaca Al-Qur'an terbengkalai. Itulah masa dimana futur melanda. Naik turunnya iman kita bukanlah pembenaran bahwa kondisi futur ini wajar adanya. Justru, iman yang berdinamika harusnya membuat kita lebih waspada. Serta lebih peka terhadap sebab terjadinya. Mulailah pelajari pola naik dan turunnya iman agar kita bisa berupaya maksimal untuk menjaga dan mengelola. Minimal jika futur melanda, kita punya kesadaran yang cepat untuk bermuhasabah dan melanjutkan mujahadah. Jika kita resapi surat Asy-Syams ayat 7-9 bahwa Allah berfirman, "Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan) nya. Maka dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. Sung...

Mudah Menikah

Ada orang yang Allah mudahkan jalannya untuk menikah. Namun, ada pula orang yang harus menempuh berbagai jalan untuk bisa sampai pada takdir pernikahan. Keduanya sampai pada takdir yang sama tetapi dengan cara yang berbeda. Sebab ujian tiap orang itu berbeda. Sudah sesuai kadar kemampuannya.  Jikalau kamu adalah orang yang Allah mudahkan untuk menikah, bersyukurlah dengan takdirmu. Sebab tak semua penantian berujung temu. Serta tak semua proses ta'aruf lancar berlalu. Jika dimudahkan jalanNya, maka persembahkan ketaatan setelahnya. Ingatlah selalu bahwa pernikahanmu adalah ladang ibadah panjangmu. Pastikan langkahnya mendekat pada syurga selalu.  Serta teruntuk kamu yang masih sabar dalam ruang tunggu. Bersyukurlah selalu. Sebab Allah sedang menjagamu. Tak sembarang orang dibiarkan mendampingimu. Sebab kamu adalah aset Ummat yang harus dibersamakan dengan orang yang tepat. Maka menantilah dengan ketaatan. Kelak, dia yang Allah hadirkan untuk membersamai perjalananmu akan bersy...

Berkarya dengan Bahagia

Saat ini anak muda mulai banyak yang berkarya. Menulis buku bersama, buku solo, buat konten youtube, konten edukasi di instagram, bikin podcast dan berbagai kreatifitas lainnya. Semua orang saat ini bisa membangun panggungnya sendiri. Tidak lagi malu-malu dan tidak lagi ragu-ragu. Satu per satu mulai berani mencoba hal baru.  Diantara sibuknya anak muda yang berkarya ternyata masih ada juga anak muda yang merasa tak berdaya. Semakin ia melihat orang lain sibuk berkarya, justru ia semakin merasa menderita. Ingin rasanya seperti orang-orang diluar sana. Bisa berkarya dengan bebasnya. Tetapi apalah daya, hati malah berkecamuk tak terima. Mengapa orang lain selalu selangkah di depannya?  Akhirnya ia pun sibuk dengan pikirannya. Bukan berpikir karya apa yang bisa dilahirkan. Ia malah berpikir bagaimana menemukan sisi buruk dari karya orang lain. Jika tak menemukannya, ia malah mengutuk diri sendiri. Merasa tak mampu melakukan apa-apa. Semakin hari, hatinya terpenjara dengan rasa ir...