Postingan

Bukan Sekedar Sakit Hati

Refleksi dari Joker dan Layangan Putus Oleh : Asrida Juliana Ternyata tidak semua orang punya kondisi stabil di dalam mentalnya. Guncangan dalam berbagai macam masalah di masa lalu pun acapkali bisa teringat ketika pemicunya kembali dihadirkan. Iya, ternyata tidak semua orang telah berdamai dengan dirinya juga takdirnya. Kita tidak bisa berlepas dari yang namanya ujian. Begitulah warna-warni kehidupan. Tidak selalu indah juga membahagiakan. Kadang kala kesedihan dan kekecewaan hadir bergantian. Hingga mungkin disadari atau tidak, tiap orang punya titik lemahnya masing-masing. Mungkin itulah titik ujinya juga titik balik untuk menjadi manusia yang kembali pada hakikat ia dicipta. Manusia tak ada yang sempurna sebab ia harus selalu bergantung pada Allah Rabb yang Maha Sempurna. Ada sebagian yang telah sadar bahwa dirinya punya trauma, adiksi, kecemasan, emosi tak terkendali tetapi ada juga yang tidak menyadari bahwa ia sering menyakiti diri sendiri bahkan ada keinginan untuk bu...

Memilih Zona Aman

@asridachida Aku pernah menulis tentang bahayanya jika kita terlalu lama berada di zona aman. Sebab, zona aman membuat kita menjadi penikmat rasa nyaman. Seperti tidak perlu lagi untuk menghadapi tantangan. Hidup laksana laut yang tenang tanpa ada guncangan ombak yang menerjang. Tapi kalau dipikirkan lagi, sepertinya laut bukan untuk orang-orang yang menyukai ketenangan. Karena ombaknya tak mungkin bisa tenang walau sebentar saja. Bahkan guruku bilang kalau pelaut yang handal tidak berasal dari laut yang tenang. Melainkan berasal dari laut yang memiliki ombak yang terus mengguncang. Ibaratnya tidak ada pertumbuhan di zona nyaman. Kalau kita mau tumbuh, justru kita butuh pergerakan. Karena pergerakan akan menghasilkan perubahan. Hmm, nasihat guruku berhasil membuatku terus tumbuh dan memberanikan diri melawan kenyamanan yang ada di dalam diri. Disaat aku merasa nyaman menjadi seorang yang pendiam, maka aku mencoba untuk menjadi seorang pembicara. Bukan hanya bicara kepad...

Mengabadikan Bahagia

By : @asridachida Setiap kejadian di dalam hidup kita sudah otomatis terekam di dalam memori otak. Hanya saja ingatan itu akan lebih kuat jika ada emosi yang terlibat. Tetapi menurutmu, lebih mudah mana, mengingat kejadian yang menyedihkan atau membahagiakan? Jika kita amati, ingatan atas kejadian yang menyedihkan, menyakitkan serta kegalauan hati lebih sering muncul diingatan sehari-hari. Seolah butuh upaya besar untuk bisa tersenyum kembali. Padahal jika kita bandingkan jumlah kejadian yang membahagiakan dengan yang menyedihkan, pastilah momen menyedihkan itu hanya sepertiganya. Sisanya momen bahagia dan bahagia luar biasa. Tetapi kenapa yang lebih sering muncul diingatan justru yang sepertiga itu? Bukankah kita berharap hidup bahagia setiap waktu? Kenapa justru lebih mudah mengakses momen sedih nan menyakitkan dibanding momen membahagiakan? Ketika kita mengalami kejadian yang menyakitkan, tentu disana terlibat perasaan yang amat dalam. Kejadian yang melibatkan p...

Inovasi Godaan

"Musuh yang nyata itu kini hadirnya lebih sering di dunia maya." Ketika zaman sudah beralih menjadi lebih canggih. Maka syaitan juga ikut menginovasi cara menggoda dengan lebih kreatif. Bukan hanya mengganggu agar kamu tidak mau sholat sama sekali. Tetapi ia lebih senang membuatmu terpedaya dengan kesenangan duniawi. Jika dunia ibarat fatamorgana, bagaimana dengan dunia maya? Lebih dari sekedar senda gurau, tipuan, dan permainan belaka. Dunia baru yang diciptakan oleh manusia untuk berbagai kepentingan dunia. Para penciptanya menyadari beberapa fitrah manusia yang bisa manjadi peluang besar untuknya. Salah satunya adalah rasa untuk diakui. Lihatlah, semua yang ditampilkan di dunia maya adalah hasil terbaik. Kejadian terbaik, foto terbaik, prestasi terbaik, makanan terbaik dan apapun yang nampak paling baik dihapan manusia. Pada dasarnya manusia senang dipuji. Begitulah simbol like membuat efek ketagihan yang memuaskan nafsu. Merasa diperhatikan dan berhasil menar...

Berdamai dengan Takdir

"Penyesalan membuat kita memahami bahwa masa lalu memang tidak bisa kembali."-anonim Setiap orang punya cerita tentang masa lalunya. Cerita yang punya rasa beragam. Bagai kombinasi segala macam rasa yang ada. Mungkin pahit, manis, asam, asin, atau rasa baru yang hanya kamu yang tau apa namanya. Yang pasti, masa lalumu adalah kisahmu yang telah Allah takdirkan untukmu. Yang sudah terjadi, memang begitulah adanya. Meski kadang sulit untuk menerima bagian kelam dari masa lalu itu. Namun percayalah, bagian itu adalah cara Allah agar dirimu kembali pada-Nya. Jika saat ini kamu telah hijrah dan melewatinya, itu adalah bagian dari pertolongan Allah yang istimewa untukmu. Mungkin banyak kisah masa lalu yang serupa denganmu, namun hanya beberapa orang saja yang Allah pilih untuk diberikan hidayah dan inayah-Nya dan salah satunya adalah kamu. Maka bersyukurlah. Terima saja masa lalu yang telah terjadi. Itulah bagian yang mungkin membuat hidupmu lebih berarti saat ini. Mungki...

Mengakses Masa Lalu Positif

Hari ini saya ingin mengenang masa lalu. Bukan masa lalu yang kelam, tetapi masa lalu yang baik. Fungsinya adalah untuk mengakses energi dan membangun kembali spirit yang sepertinya mulai hilang. Sejak kecil saya adalah seorang wanita yang baik hati. Di rumah saya sangat penurut dengan siapapun. Tidak pernah membantah perintah orang tua. Bahkan di tempatkan di sekolah manapun saya tidak pernah protes. Meski ada satu keinginan yang belum kesampaian yaitu menjadi santri di pondok pesantren tahfiz, Darul Qur'an . Sebab cita-cita menjadi hafizoh mutqin masih terus tertanam di dalam hati saya. Semoga segera ada jalan untuk mewujudkannya. Aamiin . Di sekolah dulu, saya bukan anak yang pintar. Hanya saja saya beruntung berteman dan bersahabat dengan orang-orang hebat. Akhirnya saya mampu untuk menjadikan diri saya seperti teman-teman yang selalu juara kelas. Meski butuh proses seperti menaiki anak tangga. Namun saya salut dengan ketekunan saya untuk belajar. Ketika di rumah menjadi p...

Kapan Nikah?

Oleh : @asridachida Saya sempat diprotes oleh teman segrup saya gara-gara bahas nikah melulu. Katanya,"kenapa sih bahas nikah mulu? Gak bosen apa?". Jawaban saya sederhana,"Ya karena belum nikah makanya bahas nikah mulu. Kalau udah nikah juga ga akan bahas lagi. " Hehe Tetapi sebenarnya saya termasuk orang yang serius dalam membahas tentang pernikahan. Meskipun terkenal baper kalau udah disinggung soal jodoh, tetapi dibalik itu semua saya  diam-diam sedang menyiapkan perbekalan. Heem, kuliah di fakultas psikologi setidaknya salah satu upaya untuk menambah perbekalan menujunya. Serta berikrar pada diri bahwa perkara ini adalah perkara serius yang tidak boleh sampai salah strategi. Judul tulisan kali ini tentang sebuah pertanyaan fenomenal kekinian yang akan heboh ketika musim syawalan nanti. "Kapan nikah?" Itu seperti sebuah pertanyaan yang jawabannya itu sangat amat rahasia. Gak ada di google, youtube, facebook, instagram, buku-buku atau sejeni...

Aku Ingin Nikah

Ketika sekarang sedang heboh menyiapkan jawaban atas pertanyaan, "Kapan nikah?" yang sebentar lagi launching, sekarang kita bahas tentang bagaimana minta izin untuk menikah. Dipostingan Ahmad Jauhari  ada sebuah tulisan tentang cara atau strategi meminta izin kepada orang tua (Ummi) untuk bisa menikah. Tulisan yang inspiratif. Membuat saya tergerak untuk berbagi trik dan tips juga. Meskipun saya juga belum menikah, tetapi cara ini seperti pola yang hampir berhasil. Hehe Izin dari orang tua adalah hal yang utama dalam menikah. Sebab Ridho Allah juga terdapat pada Ridho keduanya. Selain itu, orang tua adalah pemegang tanggung jawab utama atas diri kita. Makanya gak mudah baginya untuk melepaskan kita pada pria yang belum dipercayainya. Menurut kamu, kenapa orang tua belum mengizinkanmu menikah? Coba pikirkan dulu jawabannya. Sebab dari sini kita akan mendapat beberapa strategi untuk melobi orang tua. Hehe Kalau saya jawabannya ini : >>Masih muda dan masih kuliah...

Jangan Paksa Untuk Sama

Sejak kasus anu yang sudah di penjara itu, pembahasan tentang agama jadi makin sensitif. Padahal dulu kita bebas beragama dan bebas mendakwahi agama kita masing-masing. Di Indonesia mungkin banyak ragam budaya serta agama. Dari dulu saya belajar kok tentang agama selain Islam. Meski cuma mengenalnya sekilas, tetapi sudah bisa menjelaskan kalau tiap agama punya konsep tuhan yang beda. Makanya ritual agamanya beda, aturannya beda, sehingga menghasilkan perilaku manusia yang beda pula. Terus masih mau nyama-nyamain agama? Kalau pake logika berpikir yang jernih, itu namanya kesamaan yang dipaksa. Cuma dengan lebel kebaikan lantas menyamaratakan keimanan? Oh jelas tidak masuk akal. Bayangkan jika ada dua pimpinan. Keduanya punya karakter yang beda, punya aturan yang beda, dan memberi misi yang beda. Meskipun tujuan dari misi itu sama, tetapi sumber perintah dan cara untuk mencapainya apakah sama? Jelas beda. Kalau mau disamain berarti samakan saja pemimpinnya. Tolong jangan ...

Kompetisi Kebaikan

Fastabiqul Khairat Oleh : @asridachida Setiap pertandingan pasti ada persaingan. Saling berupaya memaksimalkan kemampuan. Sebisa mungkin menjadi yang tak terkalahkan. Hingga mampu menggapai kemenangan. Lalu diakui kehebatannya dan diapresiasi oleh sekitarnya. Ya, menjadi PEMENANG itulah bagian dari tujuan. Kita memang senang bila mendapat pengakuan dan apresiasi dari sesama. Sehingga pujian dari sekitar akan lebih membuat hati berbunga-bunga dari pada sebuah kritik tajam atas kesalahan kita. Meski pada akhirnya pujian adalah ujian agar kita tidak mudah lengah untuk istiqomah dalam berjuang. Serta kritikan membuat diri kita mampu merenovasi cara atau pola pikir yang salah asal kita mau menerima dengan lapang dada. Tetapi begitulah realitanya. Pujian lebih didampa dari pada kritikan yang bisa membuat hati terluka. Kembali pada pembahasan kompetisi. Disana ada gairah dan ambisi yang menghinggapi diri. Semua terlihat sibuk mempersiapkan strategi, amunisi serta perbekalan dir...

Cinta atau Cita ?

Antara Cita dan Cinta Oleh : Asrida Juliana 🌷Kita semua pasti memiliki harapan yang indah soal cita dan cinta. Entah gambaran indahnya seperti apa, hanya masing-masing diri kita yang lebih mengetahui. Sebab semua asupan pengalaman mengajarkan kita tentang arti keindahan yang kita rasakan saat ini. Apakah indahnya hidup ketika semua impian tercapai?😎 [Bisa jadi ini dan itu] Apakah indahnya hidup ketika aku bisa menikah dengannya?☺️ [Memiliki pasangan idaman dan sesuai kriteria] Silahkan tulis sendiri lanjutannya ya. ✍ 🌹Definisikan arti keindahan hidup sesuai dengan presepsimu. 😊 Setelah itu, mari sama-sama kita merenungi soal cita dan cinta ini dengan lebih sederhana. 😊 Kadang keduanya bisa menjadi penghalang antara satu dengan yang lainnya. ❣Soal cinta yang ingin disegerakan kehalalannya kadang terhalang oleh cita-cita yang membuatnya tertunda. Atau sebaliknya. Sebab takdir yang menghadirkan pasangan lebih cepat untuk datang. Menjadikan cita-cita harus diku...

Fenomena Nikah Muda

Oleh : Asrida Juliana Munculnya fenomena ini salah satunya karena usia pubertas semakin meningkat. Pubertas biasanya dialami oleh remaja sekitar usia 11-19 tahun. Ciri khas dari remaja ini adalah masa pubertas. Pada masa pubertas itu terjadi perubahan-perubahan baik fisik maupun psikis seseorang. Perubahannya mengarah pada kematangan seksualitas. Oke stop disini dulu. Nikah itu salah satunya terkait dengan kebutuhan untuk pemenuhan kebutuhan seksual seseorang. Makanya remaja yang melakukan pacaran itu "rawan" banget kan. Sebab naluri untuk seksual sudah mulai muncul. Nah kalau liat jaman sekarang, usia pubertas udah semakin meningkat. Anak SD kelas 1 bahkan ada yang udah puber. Terus kalau udah sedini itu merasa merasakan gejolak seksual, bagaimana mereka harus bertahan dengan zaman yang kian berbahaya ini??? Kalau orang tua kita, usia pubertasnya mungkin normal ya. Karena Faktor makanan yang masih alami, Faktor lingkungan yang masih menjaga batasan dan ...

Ayo Dakwah,Ayo Hijrah!

Di Jalan Dakwah Aku Berhijrah oleh : Asrida Juliana Bismillah... Semoga Allah senantiasa melembutkan hati kita, serta menyinarinya dengan rahmat serta hidayahnya. (Aamiin) Luruskan niat karena Allah :) Yuk mulai simak sharing sessionnya, semoga bermanfaat dan menjadi pengingat untuk kita semua. Sebenernya saya mau tanya dulu, 'Seberapa PENTING-nya DAKWAH menurut mu?' Kalau saya akan jawab pertanyaan diatas dengan pertanyaan pula. "Kalau seandainya GA ADA DAKWAH, dari mana aku bisa mengenal ISLAM?" *renungkan sejenak* Kenapa justru di jalan dakwah aku baru berhijrah ya? Biasanya kebanyakan orang itu Hijrah dulu baru dakwah. Nah kan? Yaudah simak dulu lanjutannya~ Ada sedikit kisah dari seorang wanita. Ia Alhamdulillah terlahir dari keluarga yang beragama islam. Disekolahkan di sekolah islam dari Tpa hingga universitas islam. Sudah berjilbab sejak kecil hingga sekarang. Sehingga teman-temannya juga semua berakhlak baik. Tapi suatu saat ia melih...

Instropeksi diri yuk!

Saling Introspeksi Diri Oleh : Asrida Juliana Hari ini aku belajar untuk kembali mengenal diriku lewat kritik yang terlontar dari temanku. Awalnya membuatku sakit hati. Namun ternyata memang hatiku sedang sakit dan butuh diobati. Mungkin obat yang cocok adalah dengan instropeksi diri. Ketika aku merasa bahwa semua orang menerimaku, ternyata jauh tanpa aku sadari ada banyak juga yang menolakku. Merasa tak cocok, tak sepaham, dan tak suka dengan apapun dari diriku. Jika aku mau bersikap egois, cukup balas dengan kalimat, "tidak ada manusia yang sempurna begitupun diri saya. Mau terima syukur, ga terima yaudah." selesaikan perkara? Tetapi tidak untuk kali ini. Aku butuh obat yang menyembuhkan luka hati hingga keakar, bukan sekedar pereda rasa nyeri sesaat. Inilah saatnya untuk instropeksi diri. Setelah merenungi kritik dari seorang teman, aku jadi sadar bahwa selama ini aku sudah overdosis untuk membahas tentang jodoh yang masih Allah rahasiakan. Sampai aku tidak sada...

Kaulah Pilihanku

Aku masih saja memendam rasa iri kepada sahabatku yang akan segera menikah dengan seorang pangeran tampan yang selama ini ia nantikan.  Sementara aku, masih dalam masa kegalauan. Siath pa yang akan aku pilih? Apakah dia pilihan yang tepat? Aku takut jika ternyata aku tak sanggup membersamai segala kekurangannya dan aku lebih takut jika dia menyerah saat mengetahui berbagai macam kekuranganku. Satu hal yang menggoda pikiranku saat ini. Apakah suamiku kelak adalah pria tertampan yang pernah ada? kenapa kok standard penilaianku malah menjadi rendah begini? Hanya soal fisik yang bisa pudar sekejap saja masih dipermasalahkan? Seharusnya tidak.  Ingatlah bahwa segala penciptaan dimuka bumi ini sudah menjadi ciptaan yang terbaik. Semua sudah sesuai kadarnya. Tidak lebih dan kurang. Saling melengkapi dengan kekurangan dan kelebihan. Maka bagaimanapun rupa suamiku kelak, ia adalah lelaki tertampan dimataku. Tak perlu aku meminta pengakuan orang-orang diseluruh dunia. C...

Berjuang Bersama Waktu

Soal waktu aku tak bisa berkompromi. Kadang aku menyesali atas kelengahanku dalam memanfaatkannya. Seringkali aku mencoba untuk mengatur waktu yang ada tetapi aku justru kehilangan banyak kesempatan untuk menjadikannya lebih bermakna. Suatu hari ada banyak acara yang harus kupilih. Namun pada hari yang sama pula aku sedang memikirkan tentang tanggung jawab di hari esok yang belum terselesaikan. Kebimbangan ini hampir membunuhku. Membuatku sibuk untuk memikirkan berbagai hal yang belum tentu terjadi. Hingga akhir yang aku dapat hanyalah penyesalan. Lalu kata seandainyapun mulai bermunculan. Lantas harus bagaimana aku menghadapimu wahai waktu? Aku ingin menjalankan aktivitas tanpa ragu. Mempertanggung jawabkah waktu yang telah kuhabiskan dengan perasaan penuh syukur. Memanfaatkan sisa waktu dengan energi yang optimal. Jadi yang harus aku pelajari sebenarnya bukan cara untuk mengatur waktu dengan baik. Namun, memilih dan berkomitmen atas pilihanku lalu membiarkan waktu be...