Postingan

Kapan Nikah?

Oleh : @asridachida Saya sempat diprotes oleh teman segrup saya gara-gara bahas nikah melulu. Katanya,"kenapa sih bahas nikah mulu? Gak bosen apa?". Jawaban saya sederhana,"Ya karena belum nikah makanya bahas nikah mulu. Kalau udah nikah juga ga akan bahas lagi. " Hehe Tetapi sebenarnya saya termasuk orang yang serius dalam membahas tentang pernikahan. Meskipun terkenal baper kalau udah disinggung soal jodoh, tetapi dibalik itu semua saya  diam-diam sedang menyiapkan perbekalan. Heem, kuliah di fakultas psikologi setidaknya salah satu upaya untuk menambah perbekalan menujunya. Serta berikrar pada diri bahwa perkara ini adalah perkara serius yang tidak boleh sampai salah strategi. Judul tulisan kali ini tentang sebuah pertanyaan fenomenal kekinian yang akan heboh ketika musim syawalan nanti. "Kapan nikah?" Itu seperti sebuah pertanyaan yang jawabannya itu sangat amat rahasia. Gak ada di google, youtube, facebook, instagram, buku-buku atau sejeni...

Aku Ingin Nikah

Ketika sekarang sedang heboh menyiapkan jawaban atas pertanyaan, "Kapan nikah?" yang sebentar lagi launching, sekarang kita bahas tentang bagaimana minta izin untuk menikah. Dipostingan Ahmad Jauhari  ada sebuah tulisan tentang cara atau strategi meminta izin kepada orang tua (Ummi) untuk bisa menikah. Tulisan yang inspiratif. Membuat saya tergerak untuk berbagi trik dan tips juga. Meskipun saya juga belum menikah, tetapi cara ini seperti pola yang hampir berhasil. Hehe Izin dari orang tua adalah hal yang utama dalam menikah. Sebab Ridho Allah juga terdapat pada Ridho keduanya. Selain itu, orang tua adalah pemegang tanggung jawab utama atas diri kita. Makanya gak mudah baginya untuk melepaskan kita pada pria yang belum dipercayainya. Menurut kamu, kenapa orang tua belum mengizinkanmu menikah? Coba pikirkan dulu jawabannya. Sebab dari sini kita akan mendapat beberapa strategi untuk melobi orang tua. Hehe Kalau saya jawabannya ini : >>Masih muda dan masih kuliah...

Jangan Paksa Untuk Sama

Sejak kasus anu yang sudah di penjara itu, pembahasan tentang agama jadi makin sensitif. Padahal dulu kita bebas beragama dan bebas mendakwahi agama kita masing-masing. Di Indonesia mungkin banyak ragam budaya serta agama. Dari dulu saya belajar kok tentang agama selain Islam. Meski cuma mengenalnya sekilas, tetapi sudah bisa menjelaskan kalau tiap agama punya konsep tuhan yang beda. Makanya ritual agamanya beda, aturannya beda, sehingga menghasilkan perilaku manusia yang beda pula. Terus masih mau nyama-nyamain agama? Kalau pake logika berpikir yang jernih, itu namanya kesamaan yang dipaksa. Cuma dengan lebel kebaikan lantas menyamaratakan keimanan? Oh jelas tidak masuk akal. Bayangkan jika ada dua pimpinan. Keduanya punya karakter yang beda, punya aturan yang beda, dan memberi misi yang beda. Meskipun tujuan dari misi itu sama, tetapi sumber perintah dan cara untuk mencapainya apakah sama? Jelas beda. Kalau mau disamain berarti samakan saja pemimpinnya. Tolong jangan ...

Kompetisi Kebaikan

Fastabiqul Khairat Oleh : @asridachida Setiap pertandingan pasti ada persaingan. Saling berupaya memaksimalkan kemampuan. Sebisa mungkin menjadi yang tak terkalahkan. Hingga mampu menggapai kemenangan. Lalu diakui kehebatannya dan diapresiasi oleh sekitarnya. Ya, menjadi PEMENANG itulah bagian dari tujuan. Kita memang senang bila mendapat pengakuan dan apresiasi dari sesama. Sehingga pujian dari sekitar akan lebih membuat hati berbunga-bunga dari pada sebuah kritik tajam atas kesalahan kita. Meski pada akhirnya pujian adalah ujian agar kita tidak mudah lengah untuk istiqomah dalam berjuang. Serta kritikan membuat diri kita mampu merenovasi cara atau pola pikir yang salah asal kita mau menerima dengan lapang dada. Tetapi begitulah realitanya. Pujian lebih didampa dari pada kritikan yang bisa membuat hati terluka. Kembali pada pembahasan kompetisi. Disana ada gairah dan ambisi yang menghinggapi diri. Semua terlihat sibuk mempersiapkan strategi, amunisi serta perbekalan dir...

Cinta atau Cita ?

Antara Cita dan Cinta Oleh : Asrida Juliana 🌷Kita semua pasti memiliki harapan yang indah soal cita dan cinta. Entah gambaran indahnya seperti apa, hanya masing-masing diri kita yang lebih mengetahui. Sebab semua asupan pengalaman mengajarkan kita tentang arti keindahan yang kita rasakan saat ini. Apakah indahnya hidup ketika semua impian tercapai?😎 [Bisa jadi ini dan itu] Apakah indahnya hidup ketika aku bisa menikah dengannya?☺️ [Memiliki pasangan idaman dan sesuai kriteria] Silahkan tulis sendiri lanjutannya ya. ✍ 🌹Definisikan arti keindahan hidup sesuai dengan presepsimu. 😊 Setelah itu, mari sama-sama kita merenungi soal cita dan cinta ini dengan lebih sederhana. 😊 Kadang keduanya bisa menjadi penghalang antara satu dengan yang lainnya. ❣Soal cinta yang ingin disegerakan kehalalannya kadang terhalang oleh cita-cita yang membuatnya tertunda. Atau sebaliknya. Sebab takdir yang menghadirkan pasangan lebih cepat untuk datang. Menjadikan cita-cita harus diku...

Fenomena Nikah Muda

Oleh : Asrida Juliana Munculnya fenomena ini salah satunya karena usia pubertas semakin meningkat. Pubertas biasanya dialami oleh remaja sekitar usia 11-19 tahun. Ciri khas dari remaja ini adalah masa pubertas. Pada masa pubertas itu terjadi perubahan-perubahan baik fisik maupun psikis seseorang. Perubahannya mengarah pada kematangan seksualitas. Oke stop disini dulu. Nikah itu salah satunya terkait dengan kebutuhan untuk pemenuhan kebutuhan seksual seseorang. Makanya remaja yang melakukan pacaran itu "rawan" banget kan. Sebab naluri untuk seksual sudah mulai muncul. Nah kalau liat jaman sekarang, usia pubertas udah semakin meningkat. Anak SD kelas 1 bahkan ada yang udah puber. Terus kalau udah sedini itu merasa merasakan gejolak seksual, bagaimana mereka harus bertahan dengan zaman yang kian berbahaya ini??? Kalau orang tua kita, usia pubertasnya mungkin normal ya. Karena Faktor makanan yang masih alami, Faktor lingkungan yang masih menjaga batasan dan ...

Ayo Dakwah,Ayo Hijrah!

Di Jalan Dakwah Aku Berhijrah oleh : Asrida Juliana Bismillah... Semoga Allah senantiasa melembutkan hati kita, serta menyinarinya dengan rahmat serta hidayahnya. (Aamiin) Luruskan niat karena Allah :) Yuk mulai simak sharing sessionnya, semoga bermanfaat dan menjadi pengingat untuk kita semua. Sebenernya saya mau tanya dulu, 'Seberapa PENTING-nya DAKWAH menurut mu?' Kalau saya akan jawab pertanyaan diatas dengan pertanyaan pula. "Kalau seandainya GA ADA DAKWAH, dari mana aku bisa mengenal ISLAM?" *renungkan sejenak* Kenapa justru di jalan dakwah aku baru berhijrah ya? Biasanya kebanyakan orang itu Hijrah dulu baru dakwah. Nah kan? Yaudah simak dulu lanjutannya~ Ada sedikit kisah dari seorang wanita. Ia Alhamdulillah terlahir dari keluarga yang beragama islam. Disekolahkan di sekolah islam dari Tpa hingga universitas islam. Sudah berjilbab sejak kecil hingga sekarang. Sehingga teman-temannya juga semua berakhlak baik. Tapi suatu saat ia melih...

Instropeksi diri yuk!

Saling Introspeksi Diri Oleh : Asrida Juliana Hari ini aku belajar untuk kembali mengenal diriku lewat kritik yang terlontar dari temanku. Awalnya membuatku sakit hati. Namun ternyata memang hatiku sedang sakit dan butuh diobati. Mungkin obat yang cocok adalah dengan instropeksi diri. Ketika aku merasa bahwa semua orang menerimaku, ternyata jauh tanpa aku sadari ada banyak juga yang menolakku. Merasa tak cocok, tak sepaham, dan tak suka dengan apapun dari diriku. Jika aku mau bersikap egois, cukup balas dengan kalimat, "tidak ada manusia yang sempurna begitupun diri saya. Mau terima syukur, ga terima yaudah." selesaikan perkara? Tetapi tidak untuk kali ini. Aku butuh obat yang menyembuhkan luka hati hingga keakar, bukan sekedar pereda rasa nyeri sesaat. Inilah saatnya untuk instropeksi diri. Setelah merenungi kritik dari seorang teman, aku jadi sadar bahwa selama ini aku sudah overdosis untuk membahas tentang jodoh yang masih Allah rahasiakan. Sampai aku tidak sada...

Kaulah Pilihanku

Aku masih saja memendam rasa iri kepada sahabatku yang akan segera menikah dengan seorang pangeran tampan yang selama ini ia nantikan.  Sementara aku, masih dalam masa kegalauan. Siath pa yang akan aku pilih? Apakah dia pilihan yang tepat? Aku takut jika ternyata aku tak sanggup membersamai segala kekurangannya dan aku lebih takut jika dia menyerah saat mengetahui berbagai macam kekuranganku. Satu hal yang menggoda pikiranku saat ini. Apakah suamiku kelak adalah pria tertampan yang pernah ada? kenapa kok standard penilaianku malah menjadi rendah begini? Hanya soal fisik yang bisa pudar sekejap saja masih dipermasalahkan? Seharusnya tidak.  Ingatlah bahwa segala penciptaan dimuka bumi ini sudah menjadi ciptaan yang terbaik. Semua sudah sesuai kadarnya. Tidak lebih dan kurang. Saling melengkapi dengan kekurangan dan kelebihan. Maka bagaimanapun rupa suamiku kelak, ia adalah lelaki tertampan dimataku. Tak perlu aku meminta pengakuan orang-orang diseluruh dunia. C...

Berjuang Bersama Waktu

Soal waktu aku tak bisa berkompromi. Kadang aku menyesali atas kelengahanku dalam memanfaatkannya. Seringkali aku mencoba untuk mengatur waktu yang ada tetapi aku justru kehilangan banyak kesempatan untuk menjadikannya lebih bermakna. Suatu hari ada banyak acara yang harus kupilih. Namun pada hari yang sama pula aku sedang memikirkan tentang tanggung jawab di hari esok yang belum terselesaikan. Kebimbangan ini hampir membunuhku. Membuatku sibuk untuk memikirkan berbagai hal yang belum tentu terjadi. Hingga akhir yang aku dapat hanyalah penyesalan. Lalu kata seandainyapun mulai bermunculan. Lantas harus bagaimana aku menghadapimu wahai waktu? Aku ingin menjalankan aktivitas tanpa ragu. Mempertanggung jawabkah waktu yang telah kuhabiskan dengan perasaan penuh syukur. Memanfaatkan sisa waktu dengan energi yang optimal. Jadi yang harus aku pelajari sebenarnya bukan cara untuk mengatur waktu dengan baik. Namun, memilih dan berkomitmen atas pilihanku lalu membiarkan waktu be...

Yuk Dakwah!

Dakwah adalah Kita oleh : Asrida Juliana ”Dakwah itu bukan tentang siapa yang paling taat. Tetapi tentang siapa yang mau berjuang bersama menuju taat.” Di dunia ini nyaris tidak ada manusia tanpa setitik dosa. Maka kalau kita menunggu  sempurna untuk berdakwah, mau sampai kapan? No body is perfect saudaraku. Dakwah itu bukan perkara yang sulit dan juga bukan hal yang bisa diremehkan. Sebab segala kebaikan yang kita syiarkan pasti akan menuntut pembuktian diawal sebelum diucapkan dan pertanggungjawaban diakhir yaitu langsung dihadapan Allah Swt. Kita akan menjadi orang yang melakukan kebaikan lalu mengajak orang lain untuk melakukannya bersama-sama. Seperti yang dilakukan baginda Muhammad Saw. Maka berdakwah menjadi salah satu upaya agar kita bisa mendapatkan syafa’at beliau di yaumil akhir kelak. Coba bayangkan jika dunia tanpa dakwah. Bisa jadi tulisan ini tidak akan pernah ada juga. Bahkan kita belum tentu lahir kedunia. Mengapa? Coba kita ingat lagi ketika zaman j...

Hanya Sekedar Sapa

Oleh : Asrida Juliana Halo semua... Bagaimana kabarnya? Sehat lahir batin? Alhamdulillah... Semoga yang sedang diberi nikmat sakit bisa diberikan ketabahan dan digugurkan dosa-dosanya. Aamiin Tulisan ini mungkin hanya sekedar sapaan. Tetapi sebenarnya mengandung makna kepedulian. Aku peduli pada semua sahabatku yang masih berjuang hingga detik ini. Berjuang untuk terus meningkatkan amal ibadah dan kualitas diri. Ada yang di sekolah, kampus, kantor, bahkan rumah sendiri. Dimanapun adalah medan perjuangan untuk mengejar ridho illahi. Semoga semangat terus membara didalam hati. Tulisan ini memang hanya sekedar sapaan. Tetapi sebenarnya ingin menjadi pesan kebahagiaan, dengan menyelipkan doa-doa kebaikan. Untuk semua pejuang kehidupan, semoga niat karena Allah terus istiqomah tertanam didalam hati, menyertakan Allah disetiap langkah yang ditapaki, senantiasa berpikir positif atas segala takdirnya hari ini, dan melengkapi hari ini dengan keikhlasan hati. Tulisan ini hanya seke...

Gagal Move-on

Oleh : Asrida Juliana Move on. Hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Meskipun mudah diucapkan. Tak ada yang suka dengan perubahan. Meskipun hal yang paling tetap adalah perubahan. Tetapi bagaimana harus merubah perasaan yang sudah terlalu lama bertahan. Mau atau tidak tetap harus berubah. Setidaknya belajar untuk menerima perubahan. Berubah untuk menjadi cuek dengan orang yang dulunya dipedulikan. Berubah untuk menjauh dengan orang yang dulunya dekat. Berubah menjadi biasa dengan orang yang dulunya istimewa. Memang rasanya sulit sekali karena perasaan ini tak cepat berpaling. Perasaan ini terlalu mudah untuk mengingat kembali kenangan yang telah terjadi dibandingkan untuk mengingat realita yang harus dihadapi. Move on itu ibarat membalikkan telapak tangan yang telah membatu. Bisa tetapi pasti ada bagian yang patah. Move on itu seperti mengambil duri diantara buah durian. Bisa tetapi pasti akan menyakitkan. Gagal move on adalah indikasi kesetiaan. Tetapi untuk sebuah hub...

Jangan Hanya Sekedar Trend

Oleh : Asrida Juliana Semakin hari, tak jarang ku lihat perempuan berbusana muslimah, berkerudung lebar, bahkan bercadar. Kalau dulu mungkin yang berpenampilan syar'i bisa dihitung jari. Bahkan yang bercadar menjadi minoritas dan asing di negeri ini. Sebenarnya ini anugerah atau musibah? Jika ada saudariku yang mengenakan pakaian syar'i tetapi hanya sekedar mengikuti trend masa kini. Tak tau bagaimana bunyi perintah Allah didalam kitab suci. Tak mencari tahu bagaimana aturan berpenampilan syar'i yang sesuai ajaran Nabi saw. Aku jadi teringat sebuah pesan, dimana kita harus mencari ilmu lalu mengamalkannya. Sebab sebuah amalan yag berlandaskan dengan ilmu akan menjadikan amalan itu bernilai ibadah. Jika tak berilmu? Maka sia-sia. Duhai saudariku, tutuplah auratmu sesuai dengan Firman Allah ini : يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَ...

Naskah & Nikah

Oleh : Asrida Juliana Sama-sama kebaikan. Sama-sama membahagiakan. Sama-sama harus disegerakan. Sama-sama harus dipersiapkan. Sama-sama harus diusahakan. Sama-sama butuh kemauan. Sama-sama butuh perjuangan. Sama-sama butuh pengorbanan. Sama-sama akan dipertanggung jawabkan. Sama-sama diniatkan Lillah. Nikah adalah salah satu takdir yang telah dituliskan oleh Sang Pencipta di dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfuz). Lalu tugas kita hanyalah terus berikhtiar dengan mecari arti cinta yang hakiki. Sibuk dengan pembuktian cinta pada Illahi hingga nanti dibersamakan dengan seseorang yang dengan ketaatanya pada Allah dapat  menguatkan kita di dalam perjalanan menuju syurgaNya nanti. Nikah adalah sebuah ketetapan masa depan. Rahasia yang di nanti-nanti. Separuh agama yang harus dipenuhi. Sementara naskah adalah hal yang harusnya diupayakan penyelesaiannya. Karena kita tidak tahu, kapan maut menghampiri. Sempatkah kita untuk  menyelesaikan nahkah tulisan ini sebagai sal...

Hargai Walau Sekedar Nama

Oleh : Asrida Juliana Tulisan ini hanya ungkapan hati atas kepedulianku kepada sahabat-sahabat penulis diseluruh penjuru sosial media. Menulis itu memang terlihat mudah, hanya merangkai kata demi lalu jadilah sebuah tulisan yang indah dan bermakna. Tetapi, cobalah anda menulis. Tuangkan ide yang ada dipikiranmu saat ini. Bagaimana? Mudahkah? Ternyata tidak semudah yang dikira. Karena menulis membutuhkan proses latihan. Seni dalam menyampaikan ide lewat tulisan. Hingga nantinya kita bisa mendapatkan manfaat dari sebuah tulisan yang kita baca itu. Menulis juga butuh pengorbanan. Korban waktu, ide dan pikiran. Maka tak pantas jika kita mudah untuk merendahkan tulisan orang lain, sekalipun tulisannya hanya berisikan curhatan pribadi. Mungkin itulah cara dia untuk membuat para pembaca lebih peka terhadap kejadian sehari-hari. Karena setiap tulisan punya pembaca sendiri. Saat ini sudah sangat mudah untuk bisa mendapatkan berbagai macam tulisan, apalagi disosial media.  Karena h...