MY LIFE STORY

My Story About My HistoryTrip
#Part1
" The Power Of Niat"

Sampai saat ini saya masih belum percaya, saya akan menuliskan story about historytrip yang senin 27 Juli 2015 telah kami laksanakan.
Tetapi puji syukur saya panjatkan atas izin Allah saya bisa melaksanakan perjalanan yang spektakuler tersebut.

Cerita ini dimulai ketika guru kami , Kak Archan. Mengajak kami untuk melakukan perjalanan. Tetapi bukan hanya sekedar jalan-jalan saja menghabiskan waktu dan menikmati pemandangan alam, melainkan sambil mempelajari berbagai sejarah yang ada selama perjalanan.
Pada tanggal 21 Juli 2015, tepat siang hari pukul 11:30 beliau memberikan pengumuman tentang rencana HistoryTrip tersebut :

"Open HistoryTrip"

Rencananya saya mau traveling sekalian napak tilas sejarah ke Gunung Munara, disana tempat lahirnya Prabu Siliwangi, tempat tirakatnya Sultan Hasanuddin banten, dan juga terdapat goa Soekarno krn beliau juga pernah tirakat disana. Ada juga tapak kaki Kabayan disana. Insyaa Allah hari senin depan. Buat yang mau ikutan, siapkan kendaraan atau tebengan dgn uang secukupnya ya. Lalu japri ke saya. Thx
(Kak archan CEO Bintang Revolusi)

Setelah membaca chat dari kak archan tersebut, saya langsung berniat untuk mengikuti kegiatan tersebut tetapi kalimat akhir yg membuat saya berpikir sejenak.
Sehingga saya memutuskan untuk menunda pendaftaran karena ingin mencari solusi dengan  cara konsultasi ke berbagai teman di Bintang Revolusi.Namun, tetap belum menghasilkan sebuah jawaban yang membuat saya yakin untuk mendaftar.

Lalu ,pada keesokan harinya tepat pukul 20:09 Kak Archan mengumumkan untuk menutup registrasi pendaftaran sampai besok malam jam 12:00. Ketika itu muncul suatu kebimbibangan dalam diri saya, antara pasrah tetapi niat itu masih ada.
Tetapi sayangnya, saat jam penutupan pendaftaran saya tidak sama sekali membuka whatsapp grup. Entah kenapa seketika saya lupa bahwa malam itu adalah malam terakhir pendaftaran.
Ketika pagi pukul 09.00 saya baru membuka whatsapp grup dan berakhir dengan penyesalan dan airmata kekecewaan kepada diri saya. Saya menyesal kenapa saya selalu ragu-ragu dalam bertindak. Padahal ada kekuatan dalam sebuah niat. Akhirnya saya pasrah dan mencoba ikhlas untuk tidak mengikuti HistoryTrip yang pertama ini.
Saya berusaha menghubungi guru saya, tapi sesuai kesepakatan bahwa pendaftaran telah ditutup. Tetapi ada satu chat terakhir yang guru saya sampaikan saat itu, "Jadikan sebagai pelajaran". Kalimat ini membuat saya semakin sedih dan menyesal. Namun, tanpa sadar saya mendapat sebuah pencerahan.

»Penyakit yang tidak akan ada obatnya adalah penyesalan. Penyesalan yang terletak diakhir adalah hasil dari keragu-raguan aksi yang berujung pada penundaan waktu hingga tak tersisa sedikitpun.
Intinya adalah saya harus lebih bisa menghargai waktu. Masalah bukanlah sebuah alasan untuk berhenti melangkah atau berlama-lama dalam keraguan. Tetapi hadapilah , karena kau tidak tau bahwa Allah memberi kemudahan diujung sana. So, untuk menyenangkan hati mungkin next trip bisa ikut lagi. Ya.. ditunggu foto-foto indahnya. :')

Hari-hari berlalu, rasa kecewa makin membekas namun kian lama mulai terobati.
Pertemuan ku dengan kak Nunu (BR angktn 13) dalam sebuah acara halal bihalal sebuah komunitas semakin membuatku ikhlas meskipun awalnya sangat iri karena beliau bisa berkesempatan untuk mendaftar. Padahal, awalnya kami mempunyai masalah yang sama yaitu tidak ada kendaraan untuk kesana. Tapi kenapa ia berani mendaftar sementara aku tidak ? ini bukan soal besarnya masalah yang dihadapi tetapi kekuatan sebuah niat.

»Niat membuat kita menjadi memiliki tekad yang akan memberi kita amunisi yang kuat untuk melakukan tindakan tanpa keraguan bahkan bisa dibilang nekad.
Saat itulah, saya kembali berpikir bahwa saya tidak bisa ikut mungkin karena niat saya belum sekuat yang lain. Dan saya belum sepenuhnya yakin akan niat saya dalam perjalanan tersebut.
Akhirnya, sehari sebelum perjalanan HistoryTrip saya sudah benar-benar ikhlas dan rasa kekecewaan ini telah terobati. :)

Namun, rencana Allah siapa tau. Malam sebelum keberangkatan ada salah satu orang yang mengundurkan diri untuk tidak melanjutkan perjalanan karena ada suatu agenda penting yang mendadak. Akhirnya, ada kesempatan untuk yang lain mengisi kekosongan kursi yang tersedia. Lalu dengan cepat, saya langsung mendaftarkan diri. Belajar dari sebelumnya untuk lebih yakin pada pilihan.
Ketika telah terdaftar entah mengapa rasa haru menyelimuti. Kekecewaan itu terobati. Merasakan kesekian kali nikmat Allah yang diberikan ketika ikhlas benar-benar telah tertanam dalam hati.
Satu masalah terselesaikan, tapi masalah baru muncul. Saya harus memikirkan bagaimana caranya untuk sampai ke ciputat sebelum jam 06.00. Sementara saya belum prepare dan lain sebagainya. Dan biasayanya jarak dari rumah ke ciputat kuarang lebih 2 jam ditempuh dengan kendaraan umum.
Lagi-lagi saya harus mengambil pelajaran. Percaya dan yakin saya bisa sampai maksimal jam 06:00. Dan ingat, Selalu ada jalan jika terdapat niat yang kuat.
Meskipun tidak pas pukul 06.00 tapi saya berhasil tiba di Ciputat dengan selamat dan melanjutkan Historytrip ke Gunung Munara.

»Semua berawal dari niat.
jika niat nya baik maka seluruhnya akan baik jika buruk maka akan buruk pula.
Niat menjadikan kita kuat. Meski bayangan masalah menyelimuti hati dan pikiran, jika dengan niat kita akan mampu untuk hadapi.
So, melangkahlah dengan penuh keyakinan. Sertakan Allah selalu dalam setiap perjalanan kehidupan. Karena selalu ada hikmah yang Allah berikan. Bukan ujian melainkan untuk diambil sebagai pelajaran.

Jakarta,01 Agustus 2015.
 Asrida Juliana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Visi Hidup jilid 2

Menanam Pohon Terbaik

Mudah Menikah